Tips for Smart Travelling in Europe (Bagian 1/3)

Ibarat restoran, traveling ke Eropa seperti makan di restoran Padang dengan menu lengkap dengan Varian harga dan cara penyajian yang bisa menyesuaikan isi kantong. Ada Eropa Barat yang lebih reachable tapi mahal, atau Eropa timur dan Balkan yang ramah dikantong tapi dikompensasi ‘effort’ yang lebih banyak.

Berikut beberapa tips agar lembaran Euro lebih lama bertahan dikantong tanpa mengurangi serunya traveling di Eropa.

 

Rencanakanlah itinerary dengan matang.

itinerary

Rencanakan perjalanan sematangkan mungkin dengan membuat itinerary yang disesuaikan dengan estimasi waktu dan budget yang dimiliki. Biasanya, bagi yang baru pertama kali ke Eropa, akan kalap dan lapar mata sehingga itinerary yang sudah disusun sedemikian rupa bisa hancur berantakan. Oleh karena itu, pilihlah destinasi yang betul-betul worth to visit dan alokasikan waktu yang cukup untuk menikmatinya. Jangan sampai menghabiskan waktu yang sangat lama hanya di satu destinasi dan melupakan destinasi lainnya diitinerary yang telah disusun, atau memaksakan diri mengunjungi semua tempat hanya sekedar untuk berfoto sehingga tidak bisa menikmati objek wisata/kota yang dikunjungi dengan maksimal.

 

Lakukan Reservasi Jauh-jauh Hari.

Sebaiknya reservasi untuk tiket moda transportasi maupun hotel dilakukan tiga sampai empat bulan sebelum keberangkatan. Bahkan untuk tiket penerbangan jarak jauh, pencarian tiket sudah bisa dilakukan sejak satu tahun sebelum keberangkatan, siapa tahu bisa mendapat promo atau harga murah meriah. Untuk reservasi hotel, pilihlah aplikasi yang menyediakan fasilitas free cancellation, sehingga apabila ada perubahan itinerary bisa disesuaikan tanpa kena charge atau uang hangus. Sedangkan untuk penerbangan murah seperti Ryan Air, Wizz Air, dan Easy Jet bisa dicek diwebsite masing-masing airline tersebut. Begitu juga dengan tiket-tiket bus seperti Euroline, Megabus, dll bisa dibeli secara online (FYI…Saya pernah mendapat tiket Wizz Air Eindhoven-Budapest hanya 9.75 Euro, dan tiket Bus Den Haaq – Paris hanya 5 Euro loh..;). Sedikit catatan, karena low cost carrier, pastikan tiket-tiket pesawat murah yang dibeli secara online telah di print sebelum ke counter cek in di Bandara. Perhatikan juga kebijakan bagasi tiap-tiap pesawat/bus. Jangan sampai over bagasi sehingga bawaan tidak diizinkan masuk kabin yang ujung-ujungnya harus membayar ekstra yang mungkin berkali-kali lipat lebih mahal dari harga tiket.

 

Perhitungkan Musim dan Perkiraan cuaca di Eropa pada saat kunjungan.

fb_img_1483812311099

Bunga Tulip di Keukenhof, Belanda yang hanya mekar di April sampai Mei

Berada di iklim subtropis, semua Negara di Eropa memiliki 4 musim yang tiap-tiap musim akan berbeda kebutuhan satu sama lainnya dan ada plus minusnya. Musim dingin (antara November – Februari) adalah musim paling minim turis sehingga biaya-biaya akomodasi dan transportasi lebih murah dari pada musim lainnya. Hanya saja, pada musim ini banyak objek wisata yang tutup atau dalam pemeliharaan. Disamping itu, peralatan tempur harus lengkap, seperti Jaket Winter Tebal, Payung lipat, sarung tangan, penutup telinga, kupluk woll, dan sebagainya. Tentu ini akan memakan ruang dan alokasi berat bagasi koper/ransel.

Sebaliknya, pada musim Panas (Juni-Agus) tidak perlu diribetkan dengan segala perlengkapan tersebut. Bahkan kita bisa jalan-jalan cukup dengan celana pendek, T-shirt dan sendal seperti di Indonesia pada musim tersebut. Tapi… musim panas adalah musim puncak (peak season) turis dan semua biaya akan naik, sehingga perlu merogoh kocek lebih dalam bila traveling ke Eropa pada musim ini.

Waktu terbaik untuk mengunjungi Eropa adalah di Akhir musim semi menjelang musim panas (akhir April – awal Mei), dimana pada waktu itu bunga-bunga sub tropis khas eropa, seperti Tulip dan Lavender sedang mekar-mekarnya dan cuaca di Eropa juga masih sejuk, tidak terlalu dingin tapi juga tidak terlalu panas sehingga bagasi tidak perlu dipenuhi jaket-jaket tebal dan perlengkapan hangat lainnya.

Penggunaan baju dalam hangat (long John atau Thermal Suit) juga bisa jadi alternatif. Pilihlah thermal yang berkualitas bagus, tangan terkecoh dengan harga murah.

Bersambung;

Tips Traveling Murah dan Nyaman di Eropa (Bagian 2)

Tips Traveling Murah dan Nyaman di Eropa (Bagian 3)

Iklan
Categories: vacation | Tag: , , , , , , | Tinggalkan komentar

Get deeper into Flores; Bajawa, Eksotisme Kopi dan Sopi

bena1

Desa Adat Bena

Bagi para pencinta kopi, kota Bajawa memiliki arti tersendiri. Dari daerah inilah dihasilkan salah satu jenis kopi arabika terbaik didunia, yaitu Kopi Flores Bajawa. Kopi Bajawa memiliki citarasa yang kuat dan aroma yang harum. Ditanam diketinggian 1300 mdpl dengan kontur tanah vulkanis yang kering memberikan karakter tersendiri bagi biji kopi Bajawa.

Diperlukan waktu 3 sampai 4 jam perjalanan mobil dari Ruteng untuk mencapai pusat kota Bajawa. Pilihlah perjalanan pada pagi atau siang hari agar bisa menikmati pemandangan hutan tropis kering khas Flores disepanjang jalan. Hutan, Bukit, Jurang dan sesekali birunya laut selatan Flores akan menyapa selama perjalanan. Kondisi jalanan pun bisa dikatakan cukup bagus sehingga 4 jam perjalanan perjalanan akan terasa cepat.

Sebelum memasuki kota Bajawa, dari ketinggian dataran tinggi Ruteng, kita turun terlebih dahulu ke kota Aimere. Aimere adalah sebuah desa nelayan yang cantik dengan teluk-teluk dan pantai-pantai yang indah. Menariknya pantai di Aimere adalah karena berupa teluk dengan gunung lancip disisi  salah satu ujungnya. Gunung yang menjulan tinggi tersebut bernama Gunung Ine Rie. Tidak hanya itu, ada satu lagi keunikan yang dicari para pelancong ketika melewati Aimere, yaitu Sopi.

Sopi adalah minuman hasil fermentasi air Lontar dengan dua tingkat kadar alkhohol. Sopi berasal dari bahasa Belanda, Zoopje, yang berarti alcohol cair (www.menujutimur.com). Proses pembuatan Sopi dilakukan sebanyak dua tahap  pengolahan. Pada proses pertama, kadar alcohol Sopi yang dihasilkan setara dengan kadar Anggur (Wine). Sedangkan setelah proses memasak kedua, Sopi yang dihasilkan memiliki kadar alcohol yang lebih tinggi dan masyarakat sekitar menyebutnya dengan julukan BM (Bakar Menyala).

Disamping terkenal dengan Sopi, Aimere juga terkenal sebagai tempat persinggahan sebelum melanjutkan perjalanan menuju Bajawa dari Ruteng, atau sebaliknya. Sebaiknya makan dan istirahat yang cukup selama di Aimere, karena setelah meninggalkan kota teluk ini, anda akan melewati tanjakan yang berliku-liku dengan jumlah belokan yang sangat banyak, sehingga dikenal dengan kelokan seribu. Jalur ini adalah jalur yang paling ditakuti oleh pengguna jalan utama di Flores. Jadi, persiapkan diri dan perut anda sebelum melewati rute ini.

Setelah melewati kelok seribu, sejuk dan tenang nya kota Bajawa akan menyapa anda. Sama seperti Ruteng, Bajawa adalah kota pegunungan dan merupakan ibukota dari Kabupaten Ngada. Meskipun memiliki populasi hanya 44.000 ribu jiwa, tapi Bajawa memiliki Bandara sendiri yang memiliki penerbangan rutin menuju Kupang.

Disamping kopi dan sopi, di Kabupaten Ngada juga bisa dijumpai salah satu perkampungan tradisional Flores yang masih terjaga keasriannya, yaitu Kampung Bena. Waktu tempuh dari Kota Bajawa ke Kampung Bena tidak terlalu lama, sekitar 20 menitberkendaraan dengan kondisi jalan relatif bagus. Kampung ini terdiri dari 40 rumah yang saling mengelilingi. Badan kampung tumbuh memanjang dari utara ke selatan. Pintu masuk kampong hanya dari utara, sementara ujung lain di bagian selatan sudah merupakan puncak sekaligus tepi tebing terjal. Dahulunya, penduduk kampung ini merupakan pemuja Dewa Gunung yang bersemayam di Gunung Ine Rie yang tegak jelas di sebelah selatan kampung ini. Diantara keunikan lainnya adalah system kekerabatan dikampung ini yang menggunakan sistem garis keturunan Ibu (Matriarchat). Kampung ini juga pernah diusulkan menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1995 (www.id.wikipedia.org).

Get Deeper into Flores; Pulau Bunga di Nusa Tenggara

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Get Deeper into Flores; Ruteng, Lumbung Padi di Dataran Tinggi Flores

ruteng2

Adalah Raja Aleksander Baruk yang memimpin bumi Nusa Lale Manggarai saat itu (periode 1931-1945), mengirim pemuda-pemuda terbaiknya pergi ke Singaraja untuk belajar bercocok tanam Padi dan Kopi. Pada saat itu, masyarakat Mangarai hanya memakan ubi kayu sebagai makanan pokok. Beras hanya dimakan sesekali karena sangat mahal dan hanya bisa dibeli dari pedagang-pedagang Bali dan Lombok di pelabuhan Labuan Bajo.

Keputusan raja Baruk tersebut membuahkan hasil, sekembalinya pada pemuda tersebut dari Singaraja, mereka mulai meneruka tanah dan membuka lahan persawahan di Mangarai, khususnya didataran tinggi  Ruteng yang memiliki sungai-sungai yang mengalir sepanjang tahun dan tanah yang lebih subur. Pola sawah kemudian disesuaikan dengan kondisi alam Ruteng, dimana sawah tidak dibuat terasering berjenjang seperti di Bali, tapi melingkar berbentuk jaring laba-laba atau disebut sawah Lodok.

Sawah Lodok pertama ada di Desa Lingko Cancar berjumlah delapan Lodok. Lodok adalah titik tengah yang biasanya ditanami pohon teno (konon dididarahi dengan darah kambing dalam ritual penancapan pohon Teno), kemudian ditarik garis ke lingkar luar yang disebut Cicing. Pola sawah menjari ini kemudian diteruskan sampai saat ini dan menjadi satu-satunya pola persawahan menjari di dunia.

Saat ini, Ruteng dan daerah disekitarnya menjadi sentra padi bagi Provinsi NTT . Dari total 1.900 kilomemeter persegi luas wilayah yang berada pada ketinggian 1.000 mdpl tersebut, 12.500 hektarnya  merupakan lahan persawahan yang ditanami hamper sepanjang tahun. Siapa sangka dibalik bukit-bukit tandus Flores terdapat surga hijau yang luas membentang.

Disamping sebagai pusat pertanian Padi, Ruteng juga menjadi pusat pendidikan katolik di Flores. Diketinggian bukit-bukitnya, banyak terdapat biara-biara Katolik yang menawarkan kedamaian dan pengalaman spiritual bagi penganut iman katolik. Salah satu biara yang terkenal dikalangan turis adalah Biara Susteran Bunda Maria Berduka Cita (MBC). Sejatinya, komplek ini adalah susteran dan biara katolik, namun uniknya pengelola biara juga menyediakan kamar-kamar bagi siapapun (tidak hanya bagi umat Katolik) yang ingin menginap dan merasakan kesejukan khas biara katolik di Ruteng. Tentu saja, apabila anda memutuskan menginap disini, anda harus mematuhi dan menghormati aturan-aturan yang ada.

Meskipun berada di derah pegunungan, jalanan dikota Ruteng cukup lebar dan tidak terlalu berbelok-belok. Tempat makan pun bertebaran, mulai dari makanan Jawa, Padang, Chinese Food bahkan western food juga ada (meskipun pilihannya terbatas). Bagi pelancong muslim, tidak perlu khawatir. Meskipun mayoritas pendududuk Ruteng adalah penganut Katolik yang taat, namun masyarakat disana sangat toleran sehinga anda bisa menemukan mesjid di tengah kota dan makanan-makanan halal seperti warung Padang/Jawa dengan mudah.

Suasana kota Ruteng yang nyaman mengingatkan saya akan suasana kota Bukittinggi di era 90-an. Asri, tenang dan nyaman. Terbangun dipagi hari kemudian menyeruput kopi Bajawa dan makan pisang goreng sembari sayup-sayup terdengar lonceng gereja di puluhan biara disudut-sudut dataran tinggi Ruteng merupakan pengalaman khas Ruteng yang mungkin tidak akan anda dapatkan di derah lain di Indonesia.

Get deeper into Flores; Pulau Bunga di Nusa Tenggara
Get Deeper into Flores; Labuan Bajo, Gerbang Wisata Flores
Get deeper into Flores; Bajawa, Eksotisme Kopi dan Sopi
Get deeper into Flores; Membangun Energi Bersih dari Perut Pulau Bunga
Get deeper into Flores; Komodo Diving Trip, Surga bahari di taman Purba
Categories: vacation | Tag: , , , , , , | 1 Komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.