Get Deeper into Flores; Ruteng, Lumbung Padi di Dataran Tinggi Flores

ruteng2

Adalah Raja Aleksander Baruk yang memimpin bumi Nusa Lale Manggarai saat itu (periode 1931-1945), mengirim pemuda-pemuda terbaiknya pergi ke Singaraja untuk belajar bercocok tanam Padi dan Kopi. Pada saat itu, masyarakat Mangarai hanya memakan ubi kayu sebagai makanan pokok. Beras hanya dimakan sesekali karena sangat mahal dan hanya bisa dibeli dari pedagang-pedagang Bali dan Lombok di pelabuhan Labuan Bajo.

Keputusan raja Baruk tersebut membuahkan hasil, sekembalinya pada pemuda tersebut dari Singaraja, mereka mulai meneruka tanah dan membuka lahan persawahan di Mangarai, khususnya didataran tinggi  Ruteng yang memiliki sungai-sungai yang mengalir sepanjang tahun dan tanah yang lebih subur. Pola sawah kemudian disesuaikan dengan kondisi alam Ruteng, dimana sawah tidak dibuat terasering berjenjang seperti di Bali, tapi melingkar berbentuk jaring laba-laba atau disebut sawah Lodok.

Sawah Lodok pertama ada di Desa Lingko Cancar berjumlah delapan Lodok. Lodok adalah titik tengah yang biasanya ditanami pohon teno (konon dididarahi dengan darah kambing dalam ritual penancapan pohon Teno), kemudian ditarik garis ke lingkar luar yang disebut Cicing. Pola sawah menjari ini kemudian diteruskan sampai saat ini dan menjadi satu-satunya pola persawahan menjari di dunia.

Saat ini, Ruteng dan daerah disekitarnya menjadi sentra padi bagi Provinsi NTT . Dari total 1.900 kilomemeter persegi luas wilayah yang berada pada ketinggian 1.000 mdpl tersebut, 12.500 hektarnya  merupakan lahan persawahan yang ditanami hamper sepanjang tahun. Siapa sangka dibalik bukit-bukit tandus Flores terdapat surga hijau yang luas membentang.

Disamping sebagai pusat pertanian Padi, Ruteng juga menjadi pusat pendidikan katolik di Flores. Diketinggian bukit-bukitnya, banyak terdapat biara-biara Katolik yang menawarkan kedamaian dan pengalaman spiritual bagi penganut iman katolik. Salah satu biara yang terkenal dikalangan turis adalah Biara Susteran Bunda Maria Berduka Cita (MBC). Sejatinya, komplek ini adalah susteran dan biara katolik, namun uniknya pengelola biara juga menyediakan kamar-kamar bagi siapapun (tidak hanya bagi umat Katolik) yang ingin menginap dan merasakan kesejukan khas biara katolik di Ruteng. Tentu saja, apabila anda memutuskan menginap disini, anda harus mematuhi dan menghormati aturan-aturan yang ada.

Meskipun berada di derah pegunungan, jalanan dikota Ruteng cukup lebar dan tidak terlalu berbelok-belok. Tempat makan pun bertebaran, mulai dari makanan Jawa, Padang, Chinese Food bahkan western food juga ada (meskipun pilihannya terbatas). Bagi pelancong muslim, tidak perlu khawatir. Meskipun mayoritas pendududuk Ruteng adalah penganut Katolik yang taat, namun masyarakat disana sangat toleran sehinga anda bisa menemukan mesjid di tengah kota dan makanan-makanan halal seperti warung Padang/Jawa dengan mudah.

Suasana kota Ruteng yang nyaman mengingatkan saya akan suasana kota Bukittinggi di era 90-an. Asri, tenang dan nyaman. Terbangun dipagi hari kemudian menyeruput kopi Bajawa dan makan pisang goreng sembari sayup-sayup terdengar lonceng gereja di puluhan biara disudut-sudut dataran tinggi Ruteng merupakan pengalaman khas Ruteng yang mungkin tidak akan anda dapatkan di derah lain di Indonesia.

Get deeper into Flores; Pulau Bunga di Nusa Tenggara
Get Deeper into Flores; Labuan Bajo, Gerbang Wisata Flores
Get deeper into Flores; Bajawa, Eksotisme Kopi dan Sopi
Get deeper into Flores; Membangun Energi Bersih dari Perut Pulau Bunga
Get deeper into Flores; Komodo Diving Trip, Surga bahari di taman Purba
Iklan
Categories: vacation | Tag: , , , , , , | 1 Komentar

Navigasi pos

One thought on “Get Deeper into Flores; Ruteng, Lumbung Padi di Dataran Tinggi Flores

  1. maiyantiRina

    Ruteng,Bajawa,, aku belum eksplor ini.Numpang lewat doang. Pengen bermalam disini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: