Escapology Lombok 2; Jelajah Barat Daya Lombok

Alhamdulillah, mendung mulai bersahabat. Meskipun belum mengizinkan mathari menampakkan wujudnya, awan yang menyelimuti langit Pulau Lombok masih membiarkan hangat sinar matahari menyentuh Bumi Gora hari itu. Saya dan teman memutuskan memulai perjalanan mencari pantai-pantai tersembunyi di bagian ujung barat daya Lombok, tepatnya daerah Lembar – Sekotong dan sekitarnya.

Bagian selatan Lombok terdiri atas bukit-bukit kapur yang langsung bersentuhan dengan samudra hindia. Kontur geografis ini membuat daerah selatan terdiri atas teluk-teluk indah berpasir putih. Kadang tidak selalu berpasir putih, sesekali beberapa teluk dihiasi hutan bakau dengan vegetasi berlumpur.

Setelah makan nasi campur khas lombok di daerah Cakranegara, kami memacu scuter matic menuju ke arah selatan. Kali ini dilengkapi GPS dari smartphone canggih temen saya yang dilengapi petunjuk navigasi. Alhamdulillah, cuaca bersahabat, panas tidak hujan pun juga tidak, awan menaungi kami selama di perjalanan.

Rute Mataram Lembar Sekotong

Nasi Campur khas Lombok

Sebenarnya tidak terlalu susah mencari lokasi objek wisata di Lombok, kita cukup tahu kota atau daerah utama terdekat objek tersebut, tahu posisi keempat arah mata angin dan tinggal melihat papan penunjuk arah di setiap perempatan besar. Langkah terakhir apabila masih tersesat, gunakankan “the power of mouth” alias bertanya pada penduduk lokal, mereka pasti akan dengan senang hati memberi petunjuk arah.

Setelah 30 menit perjalanan dengan sepeda motor, sampailah kami di cek point pertama, pelabuhan Lembar. Pelabuhan ini berada disebuah teluk besar. Berada disisi dermaga serasa berada di pinggir danau karena hampir teluk ini seperti danau yang dikelilingi bukit. Tidak seramai pelabuhan di daerah jawa dan sumatera, namun beberapa peti kemas dan kapal barang masih mengingatkan kita bahwa kita berada di fasilitas publik terpenting di propinsi ini.

Pelabuhan Lembar dari Sisi Seberang

Setelah puas mengambil foto, kami mengelilingi teluk Lembar sambil sesekali berhenti mengambil foto dan menikmati pemandangan teluk-teluk cantik di barat daya lombok ini. Kami disuguhi pemandangan yang sangat indah disepanjang perjalanan menuju daerah Sekotong. Disisi utara terlihat jejeran perbukitan pulau Lombok, sesekali Gunung Rinjani mengintip disela-sela awan yang menyelimuti puncaknya.

Sementara disisi barat, jejaran Gili Nanggu, Gili Gede dan beberapa Gili (pulau) lainnya dengan hamparan pasir putih juga memukau mata. Dan, dari kejauhan terlihat siluet pulau Bali dan Gunung Agung yang menjulang tinggi. Sungguh sebuah sajian keindahan alam yang mustahil dapat kita nikmati di kota besar seperti Jakarta.

Dan sampailah kami di daerah Sekotong. Sekotong terkenal sebagai pusat pengembangbiakan mutiara di Lombok. Tapi kali ini saya tidak berminat melihat-lihat pembiakan mutira, saya lebih tertarik menikmati pantai2 berpasir putih, sepi dan bersahaja di sepanjang jalan di desa Sekotong. Desa-desa nelayan, pulau-pulau kecil dan besar, serta sapaan ramah penduduk lokal membuat kami betah berlama-lama menikmati sajian alam ini.

Selamat datang di Desa Sekotong Barat

Salah satu sisi Pantai di Sekotong

Sisi lain Sekotong

Peternakan Mutiara di teluk Sekotong

Fasilitas penginapan juga banyak tersedia disini, mulai dari yang sederana sampai villa-villa mewah yang menurut saya sedikit merusak keindahan alam Sekotong. Yah, mudah-mudahan nasib desa cantik ini tidak seperti desa-desa wisata di pulau tetangganya yang sudah habis tergerus kapitalisasi bisnis pariwisata.

Sayang hujan harus membuat kami menyudahi perjalanan ini dan kembali ke Mataram. Dalam perjalanan pulang ke Mataram, kami singgah di kota tua Ampenan, membeli durian khas lombok yang sedang musim. Dua buah durian berukuran sedang habis kami santap, maklum, seperti kebanyakan orang Minang, kami sangat maniak dengan durian.

Akhirnya sampai di penginapan dan saya siap untuk perjalanan sendiri esok hari karena sang kawan ini harus kembali ke Bali. Besok saya memutuskan untuk mengeksplorasi bagian tenggara Lombok, Pantai Kaliantan dan Tanjung Ringgit.

Sesi Narsis🙂

Bersambung

Categories: vacation | Tags: , , , , , , , | 3 Komentar

Navigasi pos

3 thoughts on “Escapology Lombok 2; Jelajah Barat Daya Lombok

  1. vita

    Da bottttT,knpa tak mampirrr,vta (if u remind me @ upbm) kan skrg d mataram.tepatnya d dkt selaparang,bandara lamaaa..ampenan ke griya ellen dkt atuhh..bsk2 lg yaa,kalo ke lombok..nice journey da bots..suksess yaa

    • botsosani

      Tentu ingatlah Vit, si cantik bermata belok rambut keritingg, hahahaha. Wah, berutung skali vita bisa tinggal di Lombok. Lombok itu mirip Sumbar ya? Uda aja jatuh cinta sama Lombok. Uda ga tau kalo vita di Lombok, kirain masih di Semarang atw somewhere di Jawa Tengah. Kalo tau pasti mampir:) Salam buat keluarga ya, insyaAllah pasti ke Lombok lagi kok.

  2. Ping-balik: Escapology Lombok 1; Membelah Belantara Lombok « Life is Journey

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: