Escapology Lombok 1; Membelah Belantara Lombok

Ini adalah kali kedua saya mengunjungi tetangga Bali ini, Lombok. Berbeda dengan kunjungan saya yang pertama dimana matahari bulan Juli sedang memancar dengan gagahnya, kali ini awan mendung begitu mendominasi langit pulau Lombok. Bulan Januari memang puncak musim hujan di bagian selatan khatulistiwa, khususnya Lombok. Tidak hanya hujan yang seakan tidak pernah letih mengguyur Bumi Gor ini, tapi angin barat juga ikut membawa badai dan gelombang laut yang membuat saya menyurutkan langkah menyebrang menuju Pulau Pesta, Gili trawangan. Akhirnya trip awal tahun 2012 ini saya tetapkan akan saya habiskan menjelajahi pulau Lombok.

Setelah sarapan nasi dengan lauk pauk khas Lombok yang lumayan pedas, bermodalkan sepeda motor matic keluaran Jepang (maaf, ga bisa nyebut merk) saya memulai perjalanan di hari pertama. Langit seakan bocor karena gerimis tak kunjung berhenti menyirami kota Mataram, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat. Berbekal GPS seadanya dari smartphone Kanada tipe terbawah, saya mengambil jalur Mataram – Bangsal via Pusuk.

rute Mataram - Pusuk - Bangsal - Senggigi - Mataram

Jalur Mataram – Bangsal via Pusuk ini agak kurang lazim karena jalannya yang kecil dan berbelok-belok. Sebenarnya agak nekat sih, karena rem belakang motor matic ini agak kurng pakem, ditambah hujan dan saya sama sekali tidak mengenal medan. Tapi teman saya yang sudah 3 bulan dinas di Lombok meyakinkan saya bahwa jalur itu aman dan bisa dilewati.

Jalurnya memang menanjak, walaupun tidak terlalu ekstrem tapi cukup mendebarkan karena jalanan kecil dan licin. Namun pemandangan hutan hujan tropis dikiri kanan jalan dan sesekali sungai berarus deras disela-sela bebatuan mengobati semuanya. Kabut dan halimun yang menyelimuti perbukitan Pusuk juga menjadi hiburan tersendiri. Pulau ini memang diberkati Tuhan dengan segala keindahan alam tropis yang memukau.

Sesekali saya melewati perkampungan penduduk dan beberapa pedagang durian yang sedang musim saat itu di Lombok. Hujan yang semakin lebat membuat saya harus berhenti sejenak disebuah saung kecil di pinggir jalan. Sampah kulit dan biji durian bertebaran dimana-mana, agaknya ini adalah gubuk tempat pedangan durian. Setelah berteduh dan merasa hujan tidak akan reda, saya nekad melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan Bangsal.

Tidak sampai beberapa Kilo, saya sampai pada puncak pendakian, dimana setelah itu perjalanan akan turun sampai ke pantai utara pulau Lombok. Dari puncak terlihat Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Setelah menyeruput secangkir kopi, saya melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan Bangsal. Jalanan menjadi lebih gampang karena menurun dan melewati sawah-sawah penduduk.

Panorama Puncak Bukit Pusuk

Suasa Pelabuhan Bangsal

Jadwal penyebrangan ke 3 Gili

Tidak sampai setengah jam sampailah saya di pelabuhan Bangsal.Pelabuhan Bangsal merupakan pelabuhan penyebrangan menuju 3 Gili. Suasana pelabuhan agak redup, karena mendung dan hujan sejak tiga hari terakhir. Hujan besar menyambut kedatangan saya, sukurnya gedung pelabuhan cukup lapang sehingga saya bisa duduk lesehan dilantai sambil men charge smartphone yang sudah low bat.

Sapaan sahabat yang baru saja menyebrang dari Gili Trawangan membangunkan saya. Setelah ngobrol-ngobrol sebentar karena sudah hampir setahun lebih kami tidak bertemua, kami melanjutkan perjalanan kembali ke Mataram melewati Senggigi dan Malimbu, dengan diiringi gerimis dan angin yang setia menemani.

Diperjalanan pulang kami sempat singgah di Bukit Malimbu, Pura Batu Bolong dan makan nasi goreng ala sasak di daerah Senggigi. Sesampai di kos-kosan teman di Mataram, kami segera merencanakan perjalanan besok harinya, yaitu menjelajah Barat Daya Lombok, Sekotong – Lembar dan sekitarnya.

Pura Batu Bolong

bersambung….

Categories: vacation | Tags: , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: