Into The Deep of Amazing Bunaken, Part 1

“Bermimpilah , karena dengan bermimpi kau bisa merangkul dunia”.

Berenang dan menari diantara ikan dan aneka biota laut nan cantik adalah salah satu mimpi yang selalu saya sematkan diantara daftar mimpi-mimpi tentang kehidupan ini. Dunia bawah laut yang eksotis pertama kali saya kenal ketika snorkeling untuk pertama kali di Taman Laut Bunaken tahun 2006 lalu. Kecantikan terumbu karang dan aneka ikan di Bunaken telah membiusku.

Alhamdulillah, setelah kursus teori dan praktek kolam di Jakarta, pada tanggal 6 Agustus silam, aku ikut rombongan ke Manado untuk Test Praktek guna mendapatkan Lisensi Open Water Diving dari PADI.

Setelah terlunta-lunta di Bandara Soekarno Hatta selama lebih dari 4 jam, akhirnya Batavia Air memberangkatkan kami ke Manado. Ini adalah perjalanan saya yang ketiga ke kota besar paling utara di Indonesia ini, dan jadilah saya guide dadakan teman-teman yang baru menginjakkan kaki di bumi Minahasa ini.

Karena kesorean, kami kehilangan free dive sore hari yang sedianya akan digunakan untuk final tesnya. Koko Ronald, sang instruktur akhirnya memutuskan untuk menunda test. Akhirnya di hari kedua, saya memulai perkenalan pertama dengan dunia bawah laut. Tes kembali ditunda karena cuaca mendung dan lokasi tes yang berada di dekat hotel visibilitynya agak keruh. Alhasil, saya dan kawan-kawan seperjuangan langsung diceburkan ke Diving Spot Bunaken yang terkenal sebagai diving spot terbaik dan terdalam di dunia untuk kelas fun dive.

Lokasi Diving Spot kami yang pertama bernama Fukui, disisi utara pulau Bunaken. Secara ini adalah penyelaman pertama saya, tentu saya masih direpotkan dengan urusan mengatur Bouyancy, Inflate dan Deflate BCD, dan mengatur pernafasan. Namun berkat kehandalan Guide kami, Sinyo Bobby, saya berhasil menikmati alam bawah laut untuk pertama kali. Spot Diving Fukui berupa tebing curam dengan kemiringan 45 sd 70 derajat dengan populasi soft coral dan hard coral yang padat. Aneka Ikan, Anemon, Udang dan Belut laut dapat ditemui disini. Disini untuk pertama kalinya saya melihat Penyu dialam liar bebas berenang kian kemari. Salah seorang unlinsence Divers, Putri malah sempat bertemu dengan Ikan Dugong (sejenis Ikan Duyung) yang sangat langka dan susah ditemui di alam bebas saat ini.

Penyelaman pertama saya belum terlalu berhasil, karena Bouyancy masih keteteran. Sinyo Bobby masih harus banyak membantu agar saya tetap bisa berada di kedalaman yang ditetapkan. Untuk open water divers hanya diperkenankan menyelam kedalaman maksimal 18 meter.

Untuk penyelaman kedua, kali ini bernama Alung Banua, disisi Barat Pulau Bunaken. Berbeda dengan spot pertama, kali ini kami bertemu dengan palung dalam berbentuk dinding dengan kemiringan 90 derajat. Bouyancy harus betul-betul diperhatikan disini, karena kalau tidak Diver bisa terus meluncur sampai kedalam 40 meter dan terkena Decompresi yang bisa beakibat fatal pada kesehatan Diver bahkan bisa menyebabkan kematian.

Lagi-lagi saya masih repot dengan urusan Bouyancy, inflate deflate BCD, dan Masker yang berembun karena lupa dibubuhi shampo bayi sebelum terjun tadi. Di Alung Banua saya bertemu lebih banyak ikan, bahkan serombongan ikan pipih (kalau dikampung saya di Pariaman disebut ikan Todak) nampak berbaris rapi menyisiri dinding terumbu karang. Siput laut, Tiger Fish, Napoleon Fish, dan Ikan-ikan cantik berwarna warni tampak lalu lalang seolah-olah tak peduli dengan kami.  Berbeda dengan spot yang pertama, tutupan terumbu karang disini lebih didominasi hard coral yang berwarna warni. Soft coral tidak terlalu banyak ketimbang spot yang pertama.

Ketika kembali ke permukaan, kami disambut gelombang laut Bunaken yang sedang tidak ramah. Syukurnya perahu kami dengan sigap segera menyambangi kami sebelum terombang-ambing di tengah lautan. Menegangkan, tapi seru…

Ditengah ombak yang kian besar, kami bersiap untuk penyelaman ketiga, yaitu Muka Kampung, tepat didepan perkampungan pulau Bunaken. Kali ini arus yang cukup kuat menyambut kami. Lagi-lagi saya disibukkan dengan urusan Bouyancy dan lagi-lagi Sinyo Bobby harus ekstra keras membantu agar tetap pada kedalaman yang diinginkan. Disini pemandangan lebih spektakuler, kami bertemu dengan beberapa kura-kura yang sedang istirahat dan makan. Bahkan adat kura-kura yang sangat besar sedang mejeng. Topografi bawah laut di Muka Kampung berupa dinding, mirip dengan diving spot ke dua, Alung Banua tadi, meskipun tidak sedalam Alung Banua.

Kami tidak bisa berlama-lama, arus semakin kuat , akhirnya saya dan Buddy harus pegangan di karang keras di kedalaman 5 m untuk safety stop. Dan Jreng…tepat didepan kami, didalam liang terumbu karang, seekor Blue Spotted Sting Ray, alias Ikan Pari Biru Tutul terlihat sedang istirahat. Betul-betul jackpot, karena jenis Pari ini juga jarang ditemui karena sudah langka. Seteah lima menit berhenti, kami naik kepermukaan dan disambut gelombang tinggi permukaan laut,   hampir satu meter. Dan kembali perahu dengan lihai menyelamatkan kami. Menegangkan!!

Akhirnya kami kembali ke Penginapan, La Rascasse, dipinggir kota Manado. Malamnya kami dengar di berita Nasional, satu perahu wisata hancur dihempas gelombang laut Bunaken di pelabuhan Manado, dua penumpang tewas, dan salah satu nya adalah anggota DPR yang sedang dalam kunjungan dinas di Manado. Beberapa miscalled dan sms dari kawan-kawan kantor yang kebetulan bertugas di Manado sudah menjejali HP saya, menanyakan apakah saya baik-baik saja. Alhamdulillah, Allah masih melindungi kami. Namun kejadian ini menyurutkan niat saya untuk penyelaman selanjutnya besok.

(Foto by : Yodie Sulistio)

(bersambung)

Categories: Uncategorized | 1 Komentar

Navigasi pos

One thought on “Into The Deep of Amazing Bunaken, Part 1

  1. Ainanto

    Mantebh euy…. maju terus backpacker / traveller Indonesia….. Love Indonesian Nature Very Much…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: