Sikuai in Rate…

sikuai-12Kamis, 26 Maret 2009, adalah kunjungan kedua saya kepulau Sikuai. Pulau mungil nan cantik di pesisir ranah minang. Pulau yang menebar kecantikan dan pesona alamnya disegenap penjuru mata memang di pulau ini. Mungkin banyak tulisan dan decak kagum sudah dituai oleh setiap kunjungan ke sini. Namun tak sedikit pula kritik membangun digoreskan demi semakin indahnya Pulau Sikuai.

4,9 dengan Skala 5, untuk keindahan alam
Rasanya tidak ada yang bisa mengalahkan kecantikan alam pulau ini. Hampir semua sudut menyuguhkan sajian terbaik alam raya tropis ini. Laut yang bening dan jernih, hutan belantara dengan tebing-tebing batu eksotis pulau Sumatra tepat didepannya, meupun taburan pasir putih keemasan di sekujur tepiannya. Pulau ini memang layaknya surga yang betul-betul surga.

img_0234

3,9 pada skala 5, untuk kemudahan akses
Anda tak perlu jauh-jauh ke pelosok kampung, melewati hutan belantara atau pun harus trekking naik turun gunung untuk mencapai pulau ini. Cukup naik perahu dari dermaga wisata bahari di bandar Muaro di dekat pusat kota padang, dan nikmati perjalanan laut dengan sped boat selama 30-40 menit, maka akan anda langsung sampai di dermaga surga mungil ini

dsc_6014

3,5 pada skala 5 untuk harga dan fasilitas
Ada harga ada rupa. Menurut saya, resort dengan alam seindah Sikuai masih terbilang murah. Tapi okelah, harga yang ditawarkan Sikuai untuk menginap dan one day tour saya rasa sangat kompetitif bila dibandingkan dengan pengalaman dan keindahan alam yang disana. It’s truelly worthed

3 pada skala 5 untuk kebersihan dan manajemen
Yah, salah satu kekurangan objek wisata di luar Bali adalah masalah manajemen. Meskipun terbilang baik dan well managed, masih ada celah-celah mismanagement di Pulau ini. Terutama managemen kebersihan dan sampah. Sampah masih dibuang secara tradisional. Dibuang disalah satu pojok pulau tanpa ada pengolahan lebih lanjut. Seharusnya pengelola pulau ini membuat instalasi pengolahan sampah di pulau ini sehingga sampah tidak dibiang secara terbuka. Juga dengan frekuensi petugas kebersihan, sehingga ketika tamu one day tour meninggalkan pulau, masih banyak tersisa sampah-sampah bekas makanan.

cimg5804

2,5 pada skala 5 untuk local attraction
“Sikuai itu indah banget, tapi tidak ada apapun disini yang menandakan bahwa sekarang saya sedang di Sikuai, di Ranah Minang” demikian ujar sahabat saya. Memang, local attraction di sikuai sangat minim. Bahkanuntuk desain cottage dan interior pun sama sekali tidak memasukkan unsur etnis Minangkabau yang eksotis tersebut. Apalah salahnya atap dermaga dibuat dengan ciri khas Minang. Atau disunset plaza nya di buat gazeebo dengan atas bagonjong khas Minang, atau paling tidak di setiap kamarnya ada sentuhan ukiran maupun tenunan Silungkang atau Pandai sikek yang termasyhur itu.

2 pada skala 5 untuk terumbu karang dan alam bawah laut
Jujur, alam bawah laut Sikuai memang masih perlu upaya rehabilitasi lebih lanjut. Sisa-sisa pemboman ikan masih banyak terliaht disana-sini. Dibandingkan Bunaken yang buat saya ratenya 4, dan Pulau Aer di kepulauan Seribu yang ratenya 2,25, pulau Sikuai memang masih perlu banyak berbenah untuk alam bawah lautnya. Namun begitu, ikan di Sikuai sangat banyak dan lebih besar-besar. Dan lautnya juga lebih tenang dan indahhh…Paling tidak , masih jauh diatas terumbu karang di Tanjung Benoa yang hancur total, buat saya ratenya tak lebih 0,75 lah.

img_1009

Lepas dari rate tersebut, Sikuai sangat indah dan sangat sayang anda lewatkan begitu saja. Pesan saya, ketika anda mengunjungi Sikuai, sisakanlah kecantikan alamnya untuk anak cucu anda dengan tidak membuang sampah di pantainya, membuang puntung rokok ,atau mengambil terumbu karang dan menginjak karang yang ada ada.

Go Green Sikuai Island

Categories: Ota Lapau, vacation | Tags: , , , , , , , , | 10 Komentar

Navigasi pos

10 thoughts on “Sikuai in Rate…

  1. keren ulasannya bro…gw pengen banget kesini..sebagai putra daerah minang, gw malah blm pernah…ngiri gw

  2. meimei

    keren yah………kyknya bakal jadi tempat liburan pas pulang k padang..bil pulang kampung…kira2 dana nya brp ya?????klw k pulau raja ampat 6jt,,klw k sikuai??????hehehe

  3. putera

    kira2…brp ya biaya pnginapan dsana????

  4. sari

    BoLeh jg tuh utk dikunjungi kLo Lg mampir ke padang.Ok jg pantainya…

  5. hiroshi

    kapan ya kesini?? indah bgt pemandangan alamnya..

    • botsosani

      Anytime Om…itu bedanya Sikuai dengan pulau/pantai yang lain. Sikuai itu tetap cantik meski cuaca cerah, berawan atau hujan sekalipun. Biasanya pantai akan terlihat suram kalau cuaca mendung atau hujan, tapi di Sikuai tetap cantik. Kabut-kabut di perbukitan Barisan setelah hujan di depannya membuat kita serasa di pinggir danau di atas pegunungan. Ga percaya? Coba aja sendiri…

  6. jadi secara umum pulau sikuai ini cuman kurang di sdm ya ? ya itulah masalah sumbar dari dulu , pelayanan bener2 parah di sumbar , padahal alamnya boleh di bilang salah satu yang terbaik di indonesia .

    • botsosani

      Yupe, betul sekali. Sebagai putra asli Sumbar saya gak menamppik keluhan mas Valdo. Kualitas SDM untuk bisnis hospitality memang harus dan perlu lebih ditingkatkan. Thx for the comments

  7. saya juga putra asli sumbar kok meskipun setengah jawa , tapi saya lahir dan besar di padang . baru sekarang aja sekolah di bandung haha .

    alah cubo pai ka lembah harau da ? buek lah tulisan tentang sarasah bunta di lembah harau , kalau masuak ambiak ka arah kanan . lebih rancak , masih alami ( awak terakhir ka sinan 3 atau 4 tahun yg lalu )

    • botsosani

      Ok..yah, selamat datang di bandung, saya juga 5 tahun menuntut ilmu di bandung. Buka mata, buka telinga. Tujuan merantau adalah untuk membuka wawasan dan pikiran, agar dapat berkontribusi positif untuk kampung halaman.
      Saya sudah lama sekali ga ke lembah Harau, terakhir sewaktu SD tahun 1992 dulu. Ingin sekali ke lambah Harau, ekplore more, tidak cuma singgah, tapi menyelami apa dan bagaimana alam dan manusia di lembah harau sana.
      Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: