Kawanku ALE

My Buddy, Agung "Ale" Suyadnya

My Buddy, Agung

Agung Suyadnya..alias Ale. Campuran Bali – Sunda yang bagi ku memiliki kepribadian unik dan menarik.

Aku kenal Ale dari seorang kawan di kantor. Kebetulan Ale juga karyawan baru di perusahaan tempatku bekerja. Hanya saja berbeda lokasi penugasan. Seru, asik dan open minded, itu kesan pertama yang aku dapat kan dari Ale. Selalu berpikir positif, yah…seperti tipikal pribadi sanguinis yang biasa kukenal.

Setelah kenal lebih jauh, ternyata sahabatku ini memiliki latar belakang keluarga yang cukup unik dan menarik. Ale dilahirkan di keluarga yang multikultur. Ayahnya berasal dari Tabanan Bali, sedangkan sang Ibu adalah Mojang dari bumi Priangan. Ale dilahirkan di Pontianak, besar di Balikpapan dan Bandung, kemudian pada saat SMU pindah ke Bali sampai saat ini. Sebagaimana adat di Bali, dimana anak laki-laki biasanya ikut Bapak karena merupakan penerus keturunan, sejak kecil Ale dan saudara kembarnya menganut Hindu seperti sang ayah. Sedangkan saudara perempuan Ale ikut Ibunya, yakni menjadi Muslimah. Bagi aku yang terlahir dari keluarga Minangkabau Islam, perbedaan keyakinan dalam satu keluarga ini agak sukar saya terima, tapi itulah yang terjadi. Dan buktinya keluarga Ale tetap bahagia sampai saat ini.

Ketika kuliah di Kota Kembang Bandung, Ale memutuskan untuk menjadi mu’alaf, memeluk Islam. Dan sang Ayah menerima keputusan Ale untuk pindah agama. Sedangkan sang Ibu ketika kembali ke Bali, akhirnya memutuskan untuk mengabdi kepada sang Suami dan mengikuti suami tercinta menjadi seorang Hindu. Hmm…unik bukan. Lagi-lagi, agama adalah urusan pribadi seseorang dengan Tuhannya, dan bagiku biarlah itu menjadi urusan makhluk dengan khaliknya.

Jadi, Ale sahabatku ini baru 3 tahun memeluk Islam. Masih banyak hal yang belum diketahui kecuali hal yang terlihat dari luar saja. Aku sering mendapat pertanyaan dari Ale tentang hal-hal yang baru tentang Islam. Suatu hari, Ale pernah menanyakan padaku, mengapa kebanyakan orang Islam tidak mau mengucapkan Selamat Natal atau Selamat Hari Raya Nyepi atau hari raya lainnya kepada umat lain??

Dengan segala keterbatasan aku mencoba menjawab, ” Dul (aku biasa manggil begitu, ADUL alias Ale gunDUL…xixixi), bagi umat Islam, tauhid adalah segalanya. Keesaan Tuhan adalah seuatu yang tidak terbantahkan dengan apapun. Yang paling penting kita menghargai ibadah agama lain, bukankah itu lebih berarti ketimbang ucapan selamat semata” Aku tak yakin jawaban ku memuaskan, tapi itulah Ale, sahabatku yang masih meraba-raba keIslaman di hatinya.

Happy Ied, Dul

Happy Ied, Dul

Bahkan, ketika kami akan melaksanakan sholat Ied, Ale baru ingat kalau dia belum membayarkan zakat fitrahnya…kontan saja aku segera menarik tangan sahabatku itu keluar shaff yang mulai rapat untuk mencari fakir miskin yang berhak menerima zakat. Karena zakat fitrah setelah holat Ied bukan lagi dihitung sebagai zakat fitrah akan tetapi hanya sedekah biasa, dan puasa Ale akan sia-sia selama satu bulan penuh ini. Itulah Ale…

Jelang Idul Fitri 1429 H, atau bertepatan dengan Bulan September 2008, aku menghabiskan waktu bersama Ale di Denpasar, karena kebetulan aku ga mudik ke Padang dan keluarga Ale (Ibu dan Bapaknya) akan merayakan lebaran bersama kakak tertua Ale di Lombok, sehingga Ale menawarkan agar aku nginap dirumah bersama saudara kembarnya.

Banyak hal baru yang aku dapatkan dari pria sanguinis populer ini. Ale suka berada ditengah keramaian, jadi pusat perhatian, dan selalu berusaha menyenangkan hati orang lain. Sehingga kadang-kadang niat baiknya menyenangkan hati orang lain kadang disalahartikan oleh orang lain, terutama kaum hawa (tenang kawan, hidup itu adalah pilihan, memilih dan dipilih adalah konsekuensi dari penciptaan manusia..). Tidak hanya dilingkungan kantor, dilingkungan rumahnya, ternyata Ale adalah idola ib-ibu dan bapak-bapak di kompleknya (Untuk yang satu ini aku acungi dua Jempol deh Le..).

Kawan Senasib Sepenanggungan di Rantau Orang

Kawan Senasib Sepenanggungan di Rantau Orang

Untuk Ale…keep smiling and spread your warm positive energy for everyone around you.

Categories: Inspiring People | Tags: , | 9 Komentar

Navigasi pos

9 thoughts on “Kawanku ALE

  1. bot, he always talk bout u.. u no me?

  2. botsosani

    Mmmmm…not sure…Emang si Adul ngomongin Gw terus?? Lagi kehabisan bahan omongan kali dia Buk..:)
    Btw salam kenal ya…aku udah cek blognya tapi aku ga liat pic or any clue to make me recognize u..

    regards

  3. ocha

    hmmm…

  4. ocha

    booottt…
    bikinin buat gw jg laaahh…
    masak ale doang???

    *mupeng*

    nice blog🙂

  5. botsosani

    Wah, kalau mau aku bikinin blog, kamu harus jalan ama aku 3 hari 3 malam juga dong..kekekekekek!!!

  6. Hmm……so guy banged….
    wa ha ha…
    Another Duo Nggilani….

  7. kebetulan saiyah orang minang..dan tertarik sekali dengna paparan posting anda tentang backpacking di negri minang kabau…
    dan kebetulan juga, ale adalah sahabat saiyah, tepatnya kami sama2 belajar di kota, kampus bahkan kelas yang sama..
    hahah
    thanks for writing this..

  8. nice writing..
    saiang sekali belum lengkap posting na klo blom ada nama kita2..
    wah ale hidden nie our name in ur life yah…wkwkwk
    eniwey gud job…i like diz posting…
    klo kenal dengan ale, akan buanyak lg pertanyaan yg keluar dari mulutna dan sabar aja buat jawab sampe dy puas…(gk bakal puas soalna..hehe..pizz lee)

  9. dedek

    gw mana bot…?????? kagak adil nih…..
    masa kembarnnya ngk di buatin…
    tak laporin ke Komnas Ham loh…………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: