Pekanbaru, Putrajayanya Indonesia

Welcome to Pekanbaru

Welcome to Pekanbaru

Hihihi..jujur sih, Pekanbaru tadi nya ga masuk dalam daftar most wanted destination saya di Indonesia. Bukan apa-apa, karena dari beberapa teman orang Pekanbaru sendiri ga ada yang merekomendasikan untuk jalan-jalan dikota ini. Disamping memang tidak terlalu banyak pilihan objek wisata dan tempa-tempat menarik . Tapi…saya yakin, tiap-tiap daerah memiliki keunikannya sendiri-sendiri.

Akhirnya di penghujung Juli 2008, saya berangkat dari Denpasar menuju Padang untuk kemudian meneruskan dengan jalan dareat menuju Pekanbaru. Disamping melihat orang tua di Padang, ongkos jkt-pdg jauh lebih murah ketimbang jkt-pku, selisihnya bisa sampai 300ribu rupiah. Lumayankan!!!! Dari padang, naik travel ke Pekanbaru, menghabiskan waktu 5 jam, Cuma bayar 80 ribu rupiah, murahkan..

Saya memasuki kota Pekanbaru tepat jam 7 malam, disambut dengan hingar-bingarnya lalu lintas dan kabut asap yang cukup tebal. Memang, kebakaran hutan yang cukup lebat membuat udara di kota ini jauh turun kualitasnya. Tapi tetap saja, setelah meletakkan barang-barang di rumah sahabat saya, kami langsung “malala” keliling kota Pekanbaru dengan sepeda motor di malam hari (ini sebenarnya ritual rutin saya kalau mengujungi kota-kota…dengan sepeda motor lebih berasa)

Memang tak banyak pilihan wisata alam di Pekanbaru. Kota berkontur datar ini dikelilingi hutan karet dan sawit serta ladang minyak yang berlimpah.

Tak heran kalau kota Pekanbaru dan Propinsi Riau adalah propinsi terkaya di Indonesia. Dan tak heran juga penduduknya setiap akhir pekan dan liburan selalu membanjiri propinsi tetangga, Sumatera Barat untuk berlibur dan mendapatkan hiburan alam yang tidak ada di Pekanbaru.

Tapi kota ini terbilang rapi dan bersih. Meskipun penduduk etnis Melayu hanya 30-40% dari populasi kotanya, namun Pemerintah Kota Pekanbaru sangat menjunjung tinggi nilai Budaya Melayu, ini terlihat dari berbagai bangunan di kotanya yang bernuansa Melayu.

Tidak hanya bangunan tradisional Melayu, beberapa gedung berarsitektur modern juga menghiasi kota ini. Saya paling takjub melihat Gedung Perpustakaan dan Gurbernurannya yang sangat futuristik. Hebattt euy….

Berbeda dengan Kota Padang yang minim Mall, Pekanbaru saat ini sedang bertumbuhan mall-mall disetiap sudut kotanya. Mobil bermerk berseliweran didepan mata, emang sih, propinsi kaya. Otonomi daerah telah melesatkan kota Pekanbaru menjadi kota terbesar dan termaju no 3 di Sumatera setelah Medan dan Palembang.

Saya sempat berkunjung ke situs mesjid Senapelan, yang konon katanya adalah mesjid tertua di Pekanbaru dan asal muasal kota Pekanbaru. Mesjid di pinggir sungai Siak ini dipercaya sebagai persinggahan suku Melayu pertama yang menemukan Pekanbaru. Kemudian terus berkembang menjadi perkampungan. Kemudian datanglah orang perantau dari Minangkabau, orang Tinghoa dan pekerja perkebunan dari Jawa yang kemudian bersama-sama membangun kota Pekanbaru.

Sayang sekali, Pemda Kota Pekanbaru belum banyak membangun tempat-tempat publik untuk refreshing warganya. Padahal dengan dukungan dana yang cukup melimpah, Pekanbaru bisa menyamai Kuala Lumpur dengan Putrajayanya.

Categories: Uncategorized, vacation | Tags: , , , | 15 Komentar

Navigasi pos

15 thoughts on “Pekanbaru, Putrajayanya Indonesia

  1. Belly Rahmon

    Tulisan ini mencerminkan bahwa prejudice terhadap suatu daerah tertentu, kadang membawa kita pada keengganan dan melihat dengan kurang objektif.

    Saya cinta Indonesia, dimana pun saya berada, dan sekarang saya menetap disalah satu kotanya, kota kelahiran saya, Pekanbaru yang
    terus melangkah maju.

    B.R

  2. botsosani

    Bener banget Bel…padahal tiap ciptaan Allah itu pasti ada keindahan didalamnya….sama halnya Pekanbaru yang “Uapik tenan”, paling suka liat daerah jalan Sudirman di Pekanbaru yang licin dan rapi. Tks commentnya ya ,,,

  3. Tapi kok aku tetep lebih seneng Djogdja ama Bali ya ketimbang Pekanbaru???
    Tanya..Kenapa!?

    • karena riau kurang menampilkan kebudayaan nya di publik, itu sih tugasnya orang orang kator pemudan olahraga dan priwisata yg mengelola, ??
      kalau balikan selalu ada brand wisatanya kalau riau tidak ada

      • botsosani

        Wah, rasanya kalau saya ke Pekanbaru saat ini nuansa Melayu Riau nya sudah terasa kok. Dari bandara sudah disambut lantunan Zapin Riau nya Iyeth Bustami. Simbol-simbol Melayu Riau di kota PKU juga sudah banyak. Sekarang tinggal bagaimana penduduk Pekanbaru bahu membahu bersama PEMDAnya memelihara simbol-simbol indah tersebut.

  4. Sudah lama saya tidak ke Pekanbaru.
    Namun, sangat sayang, pengolaan anggaran di kabupaten2 di Riau masih sangat buruk. Ditengah kayanya anggaran, masyarakat hidup dalam kemiskinan ekonomi dan mental.

  5. Bener banget abooot..Pekanbaru sangat minim dg fasilitas buat publik. Makanya jangan heran klo datang k Pekanbaru en melihat warganya pada berjubel memenuhi setiap bundaran yg ada air mancurnya..hahahha…:) Awalnya uni juga heran..tp emang beginilah klo kurangnya taman atau tempat refreshing bwt publik

    Selain itu Pekanbaru juga dijului Kota Seribu Ruko, hehe krn dimana2 org berlomba2 mbangun Ruko. Mall disini hanya ada 4 kok bot..tp yg lengkap ada 2. Jd klo mo jalan2 d PKU yaa Mall lage..Mall lage. Ada sih Taman..tp lokasinya lumayan jauh dr pusat kota. Mudah2an setelah selesainya pembangunan Waterboom (deket rumah ami) warga bisa refreshing tanpa jauh2 k luar kota🙂 (soalnya klo mo mudik..maccceeeeet ^_^)

    Klo masalah kaya n nga nya…ya gitu disini yang kaya akan semakin kaya dan begitu juga sebaliknya. DI kota penghasil minyak ini…bahkan sempat sulit mencari minyak tanah n bensin pernah kosong. Ya inilah RIAU🙂

    • sej

      Kalau ga salah di pekanbaru ada lebih kurang tujuh mall atau plaza deh, Mall Pekanbaru, mall SKA, mall ciputra, senapelan plaza, sukaramai plaza, citra plaza, dan MTC(Metro trade center) di panam. trus waterboom dgn ukuran lumayan besar juga ada 2, satu di kuantan regency, dan yg satu lagi di di labersa (merupakan waterboom yang terbesar di sumatera), tapi saat ini masih dalam tahap pembangunan dan lokasinya agak jauh dari pusat kota yaitu di dekat hotel labersa, stengah jam dari pusat kota. waterboom yg kecil2 juga ud menjamur di pekanbaru, walaupun lebih cocok buat anak2.
      Kalau masalah pernah terjadi kelangkaan minyak, ya salahkanlah pertaminanya (masa daerah penghasil minyak kekurangan minyak???), dan juga PLN yg sering matiin lampu, hehe

    • @adek : Tidak ada itu julukan kota seribu ruko, karena Ruko-ruko pun lokasinya kebanyakan kan di dalam kawasan , karena Ruko di Pekanbaru sifatnya baru menjalar di pinggir jalan …. Rasanya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Belum sampai kayak Bandung atau Medan yang satu ruko dengan ruko berdekatan yang lainnya bisa beda-beda tingginya (di bagian Pekanbaru lama mungkin iya, tapi di Pekanbaru yang generasi 2000-an ke atas rasanya tidak).

      Kalau fasilitas publik di Pekanbaru sudah ada yaitu Perpustakaan Soeman Hs yang merupakan perpustakaan representatif yang setiap harinya dikunjungi hingga 1000 orang/hari. Perpus ini ruang public moderen yg berwawasan

      • Ya, mudah2an Pekanbaru bisa menjadi ikon baru kemajuan Sumatera. Karena Pekan baru merupakan representasi semua etnis di Sumatera. Kalaulah Sumatera itu jadi sebuah negara, maka Pekanbarulah yang paling cocok menjadi Ibu kotanya..hehehehehehe.

        Salam

  6. Gak juga, Kota Pekanbaru pada hakikatnya bukan kota tujuan wisata utama kalau di Riau sendiri. Kota ini lebih kepada Kota yang basically bergerak di sektor perdagangan, perbankan, bisnis dan investasi, ingat Pekanbaru merupakan KOta Tujuan Utama yang direkomendasikan oleh Pemerintah Indonesia sebagai tujuan investasi.

    Kedua, kota ini bukan kota minyak, karena Pekanbaru bukan penghasil minyak.DI Riau penghasil minyak justru ada di Kabupaten seperti Bengkalis, Siak, Kampar dan Indragiri.

    Objek Wisata yang direkomendasikan di PEKANBARU :

    1. Masjid Raya Nur Alam, masjid bersejarah peninggalan Sultan SIAK yang sekarang dalam revitalisasi tanpa meruntuhkan sejarah aslinya menuju kawasan Pusat Kebudayaan Melayu dan Kegiatan Islam

    2. Masjid Ar-Rahman, temukan keunikan arsitektur melayu khas Pekanbaru di Masjid tertua kedua di Pekanbaru ini.

    3. Masjid Agung An-Nur Provinsi RIau, masjid dengan arsitektur Timur Tengah – Melayu ini terbesar di Provinsi RIau

    4. Danau Lembah Sari (Danau Buatan Rumbai) , bendungan sungai Siak yang alamnya masih asri dan sejuk disertai pemadangan perbukitan kecil nan hijau yang kini sedang dirancang menjadi Dreamland/ Pekanbaru Theme Park di kemudian hari nanti.

    5. Perpustakaan PROVINSI RIAU SOEMAN HS
    Perpustakaan unik arsitektur melayu moderen dengan bentuk rehal (alas bangku Al Quran) yang sedang terbuka. Temukan sejuta wawasan dan literatur melayu lengkap di PERPUSTAKAAN DAERAH TERMEGAH DI INDONESIA ini.

    5. Balai Adat Melayu RIau, Arsitektur melayu, penabalan gelar adat, seperti tokoh-tokoh di Republik ini, Presiden SBY, Sultan Hamengbuwono, Gubernur RIau, Walikota Pekanbaru, dll.

    5. Museum SANG NILA UTAMA ,Temukan Sejarah peradaban Melayu di Asia disini lengkap dengan GALERI MELAKA & FOSIL KERANGKA IKAN PAUS dibelakangnya

    6. BANDAR SENI RAJA ALI HAJI
    Pusat Kegiatan Seni DAn budaya Melayu RIau yang digelar setiap akhir pekan (sabtu malam). Disini anda dapat melihat kegiatan pertunjukkan Teater di Anjung Seni Idrus Tintin, GEdung KEsenian Termegah di Indonesia dan berbagai macam rumah adat khas Melayu RIau dari berbagai kabupaten dan kota seRIau

    7. Labersa Hotel, Waterpark, and Golf

    8. Kasang Kulim Zoo

    9. Alam Mayang Garden

    10. Pasar Wisata Pasar BAwah , pusat oleh-oleh dan barang2 impor dan antik

    11. Wisata Kuliner Masakan Khas Melayu RIau, seperti Asam Pedas Patin/baung, gulai patin, ayam goreng khas, gulai ayam nenas ikan selais, ikan salai, samal nanas, dendeng khas, rendang, sate senapelan, nasi lemak Pekanbaru, es laksamana mengamuk, jus pelangi RIau, Roti Jala , dll.

    Rata-rata para turis lebih mengabadikan kunjungan mereka dengan memotret setiap sudut objek wisata, bisa dilihat di skyscrapercity.com

  7. Kalau ke Riau , daerah tujuan wisatanya antara lain di daerah Siak Sri Indrapura, Kampar, ROkan Hulu, Kuantan Singingi , Bengkalis, dan Rupat yang merupakan pulau dgn pantai pasir putih terpanjang di Indonesia yang sekarang sedang direncanakan pengembangannya🙂 DInanti kunjungan berikutnya🙂

  8. INDAH SEKALI… OYA KALO BOLEH TAHU, LAMBANG CABANG DUA DI ATAS MASJID ITU BERMAKNA APA YA..?? YANG SAYA AMATI DI BIMA NTB, DIMAKAR, DAN DI DAERAH2 TIMUR RUMAH ADATNYA HAMPIR SAMA LAMBANG DIATAS NYA… MOHON KEJELASANNYA

    • botsosani

      Hayoooo, tolong dijawabb:). Kalo sebatas pengetahuan saya sih, hampir semua entitas Melayu, baik di Pesisir Timur Sumatera, Kelupalau Riau dan Jambi, Malaysia, Brunei dan bahkan entitas melayu di Indonesia timur menggunakan simbul tersebut. Berhubung saya orang Minang (sebenarnya masih Melayu juga) jadi saya tidak terlalu paham arti dan maksud kayu bersilang di bubung atap tersebut. Mungkin Puan-puan dan Tuan-tuan di majlis ni bisa memberi kata pencerah pasal nii:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: