Transit in Sydney, City Explorer (Part II)

Day II

Rute kami kali ini adalah shopping di salah satu sudut kota Sydney yang katanya murah meriah. Kalo ga salah namanya Bankstown, or what ever, yang jelas perjalanan kesana memakan waktu 45 menit naik kereta. Untungnya kereta yang kami naiki nyaman dan ga pake empet-empetan ala KRL Jakarta-Depok. Jadi saya pun bisa menikmati perjalanan kali ini.

Daerah Bankstown mirip daerah Pasar Baru di Jakarta. Sebenarnya ini hanya sebuah district di luar kota Sydney yang banyak dihuni oleh pendatang dari Asia, mostly dari Timur Tengah, dan dari Asia Timur (China, Korea, dsb).

Barang-barang disini terbilang murah, karena kebanyakan impor dari China dan Indonesia juga. Tapi kalau boleh dibandingkan, mendingan beli di Indonesia deh, Mangga Dua, Tanah Abang atau FO-FO di Bandung barang-barangnya jauh lebih bagus dan lebih murah.

Satu hal yang cukup unik disini adalah “Salon”nya. Kalau di Indonesia, Salon-salon banyak dijejali oleh Ibu-ibu atau para “Pereu”..tapi disini malah kaum Bapak yang banyak nangkring mempercantik diri (khususnya imigran Timteng…mereka lebih sadar penampilan ketimbang Ibu-ibunya kali ya). Tapi mata saya cukup disegarkan dengan pemandangan gadis-gadis berwajah Tukri dan Arab dengan Jilbabnya yang berseliweran di depan mata.

Biar pesona kampong arabnya berasa, saya sengaja makan disalah satu restoran Libanon. Rasanya mirip-mirip makanan padang, cuma nasinya agak keras dan panjang-panjang. Orang-orang imigran Timteng disana cukup ramah, apalagi begitu mereka mengetahui saya dan beberapa teman lainnya adalah muslim juga. Sayangnya, meskipun didominasi imigran Muslim, tapi tidak ada Mesjid dikawasan pertokoan ini, akhirnya saya lagi-lagi menggunakan fasilitas Musafir untuk menjamak sholat di Hotel nanti.

Dari Bankstown, saya berhasil membawa sebuah tas troli pengganti tas troli saya yang sudah ga jelas bentuknya dari NZ kemaren, lumayan murah, cuma ASD 25, sekitar 200rb perak lah. Setiba di hotel, kami langsung berburu oleh-oleh disekitar hotel. Sama dengan NZ, kebanyakan pedagang oleh-oleh di Aussie adalah keturunan Cina dan Korea. Dan barang-barang oleh-oleh pun rata-rata buatan Cina.

Setelah keluar masuk beberapa toko souvenir, saya akhirnya membawa pulang beberapa kaos untuk sodara-sodara di Padang, tempelan kulkas buat bos, boneka kangguru untuk orang kantor, dan Bumerang, senjata khas aborigin buat pajangan di kamar.

Setelah aksi borong-borong selesai, dan sebelum kembali ke hotel, kami makan malam di sebuah restoran fast food yang menunya ayam bakar plus kentang goreng. Enak juga, gurih, tapi masih kalah sama ayam Bakar yang biasa di buat Ibuku di Padang..hehehe.

Day III

Ini adalah hari terakhir di Sydney. Setelah packing-packing dan memindahkan barang-barang ke tas troly yang baru dibeli di BAnkstown kemaren, ternyata uang dolar Australia saya masih cukup banyak. Mau dituker kembali ke USD, tanggung. Karena masih ada waktu 3 jam sebelum cek out, saya kembali menjejal toko-toko souvenir disekitar hotel. Apesnya, toko termurah masih belum buka. Akhirnya saya belanja di toko-toko yang lumayan agak mahal, beberapa blok disebelahnya.

Lumayan, beberapa kaos masih bisa aku dapat dengan harga 7-10 dolar aussie. Begitu kembali ke hotel, ternyata toko murah tadi sudah buka..dasar sial..hehe.

Tepat jam 12.30 kami cek out meninggalkan hotel menuju bandara Sydney, untuk kembali bersama Qantas Airlines menuju tanah Air, tepatnya ibukota Jakarta.

Selama di pesawat, saya sudah tidak sabar ingin makan ayam goreng lalapan, nasi padang dan dendeng balado, dan pecel madiun. Pokoknya, untuk sementara, segala jenis Fast Food, European Food dan Chinese Food ga masuk dalam daftar menu dulu deh..:)

Categories: vacation | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: