Transit in Sydney, City Explorer (Part I)

Day I

Welcome to Sydney

Welcome to Sydney

Sekali mendayung, dua tiga pulau terlewati

Sekali jalan-jalan, dua tiga negara terjelajahi

Kira-kira begitulah perjalanan saya ke Ibukota Negeri Kangguru ini. Dari Auckland, rombongan kami memang sengaja mlewatkan waktu 3 hari 2 malam di Sydney, sebelum meneruskan perjalanan kembali ke Jakarta. Burung besi bernama Qantas yang membawa kami mendarat mulus di bandara Kota Sydney (lagi-lagi aku lupa namanya…). Dari atas pesawat, kota Sydney sekilas mirip Ibukota Negara kita, Jakarta. Kota pelabuhan dengan rumah-rumah pendududuk yang memadati hamper seluruh pelosok kotanya. Bedanya, Sydney lebih rapi, tidak semua bagian kota disesaki pabrik-pabrik. Pantai-pantai masih dibiarkan alami, meskipun sentuhan modern telah merambah seluruh atmosfer kota ini.

Kami menginap di daerah Kingcross Street, di sebuah hotel sederhana. Berbeda dengan akomodasi di NZ yang nyaris akomodasi kelas I semua karena di biayai kantor, di Sydney kami merogoh kantong masing-masing sehingga akomodasi juga sesuai saku..hehehe. (Selidik punya selidik ternyata daerah ini adalah daeah Red Street nya Sydney, tapi secara dipusat kota dan murah, kita fine-fine aja).

Setelah cek in, saya dan teman-teman rombongan langsung wisata back packer keliling Sydney. Sasaran pertama adalah stasiun kereta bawah tanah terdekat, menuju pusat kota. Objek pertama yang ingin eksplor adalah Darling Harbaour dan Oprah House. Tadinya saya berpikir Darling Harbour dan Oprah House berada pada lokasi yang sama, ternyata bukan saudara-saudara.

Lokasi cek point pertama kami adalah Darling Harbour. Ceuna mah, dulunya ini pelabuhan pertama di Sydney. Sekarang sudah disulap menjadi objek wisata dengan segala fasilitasnya. Pertama kami mengunjungi Sydney Zoo yang terletak disalah satu sisi pelabuhan ini. Kebun binatang ini beda sekali dengan kebun binatang yang ada di Jakarta Karen akonsepnya indoor. Tujuan utama kami adalah melihat secara langsung Kanguru dan Koala, dua hewan eksotis khas Australia. Alhamdulillah, meskipun dibatasi kaca, saya akhirnya berhasil foto-foto narsis bersama kangguru. Tapi nasibnya bebeda dengan Koala yang memang lebih doyan ngumpet di pohon dan menikmati makan siang lalapan daun ekaliptus ketimbang melayani hasrat narsis pengunjung untuk “jepret-jepret”.

Dari Sydney Zoo, kami bergerak ke oprah House. Oleh karena itu kami harus memutari teluk Darling menuju pick point ferry menuju Oprah House. Diperjalanan, saya dan teman-teman bertemu kapten Bajak Laut lengkap dengan topi dan pedangnya. Secara kapten Hooknya lumayan ganteng (yang beda tipis ma gw lah..hehe), paa gadispun berebutan minta foto bareng, dan diriku pun terpaksa melayani mereka foto bersama sang kapten.

Pose with Kapten Pirate of Sydney

Pose with Kapten Pirate of Sydney

Cuaca di Sydeny sangat cerah waktu itu, karena lagi musim panas. MAtahari bersinar sangat terik, tapi karena hawa iklim sedang, kami tidka merasa panas sama sekali, Cuma mata yang capek karena silau terkena pantulan sinar matahari dari laut.

Sembari menunggu ferri dating, saya dan teman-teman tidak melewatkan kesempatan berfoto di salah satu sudut yang katanya beda-beda tipis sama Manhattan di NY. Memang, dari bangku taman tersebut, terlihat gedung-gedung dan Sydney Tower. Cantik memang, tapi beda-beda tipislah ma Gedung-gedung di Thamrin dan Sudirman.(Kalau sungai-sungai di Jakarta bebas sampah, kota Sydney aja lewat lah.:)

Akhirnya Ferry Penyebrangan datang. Namanya aja kapal ferry, tapi kapalnya bersih dan petugas care banget. Begitu ada ibu-ibu dari rimbongan kami tas nya ketinggalan, Nakhoda Kapalnya bersedia kembali ke Dermaga, dan hebatnya tas si Ibu ga hilang, dikembaliin sama seorang anak Bule. Kalo di Jakarta, tas ketinggalan di Halte Bus jangan harap bakal kembali ke tangan dalam keadan utuh.

Akhirnya sampai di Oprah House, cantik memang. Ada dua objek utama dikawasan ini, yaitu Oprah House sendiri dan Jembatan Sydney yang terkenl itu. LAgi, kesempatan ini tidak kami lewatkan begitu sja, langsung kamrea digital melaksanakan tugasnya…J

Tak terasa, jam ditangan sudah menunjukkan jam 4 sore, artinya kami harus segera kembali ke hotel. Kali ini kami sengaja tidak menggunakan angkutan umum, kami memilih menggunakan kaki (jalan kaki). Asik juga, karena kami melewati jalan-jalan di pusat kota Australia yang lumayan rapi. Gedung-gedung tua namun terawatt serta jalanan yang bebas macet.

Sesekali kamiistirahat di kursi-kursi taman yang tersedia di perempatan. Selang 10 menit, kembali perjalanan dilanjutkan. Dan ga kerasa tepat jam 5 kami sudah sampai lagi di hotel. Sebenarnya malam di Sydney waktu itu baru mulai jam 8, tapi daripada-daripada saya berpikir lebih baik kembali ke hotel sebelum gelap.

Lumayan capek juga, tapi pengalaman muter-muter dinegeri asing yang belum pernah dijejak sama sekali ternyata seru juga. Setelah mandi, dan sholat, saya dan beberapa teman keluar hotel mencari makanan yang halal dan mura, salah satunya adalah makanan Thailand (katanya sih no pork). Wallahuallam lah, yang penting kita udah minta ga pake Babi dan Alkohol, kalo ternyata ada…itu kan diluar kehendak kita.

Categories: vacation | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: