Manado, si Seksi di Utara Mutu Manikam (Part II)

Jum’at pagi, setelah negosiasi alot dengan temen-temen kanor, akhirnya Bunaken disepakati sebagai destinasi akhir yang ingin dicapai. Rekan gw yang dinas di Manado, Insan sudah siap di depan lobi hotel ngantar kita ke pelabuhan dengan Kijang Innova item yang kemaren. Lama-lama jatuh cinta juga gw ma nih Mobil, hehehe. Sayang, mobil ga bisa ngomong..halah!!!

Singkat cerita, sampailah kita di pelabuhan Manado. Kita-kita sengaja ngga turun dari mobil dan menyerahkan urusan tawar menawar perahu ke Om Piet, tentu saja dengan bahasa ngana-ngana nya..hehe

BUnaken….surga bawah laut yang begitu cantikk. Kalau gw analogikan, Bunaken itu ibarat kebun bunga yang terhampar di padang luas di bawah permukaan laut. Terumbu karangnya berwarna warni, ikannya juga berwarna warni, jinak. Awalnya gw suprised bgt melihat Nemo si Clown Fish main-main jempol gw, tapi lama-kelamaan jadi biasa secara ada ribuan ikan berwarna warni yang mengerubunin loe. Hmm…yummy..ops..salah, cantikk

Sebearnya ada beberapa spot penyelaman yang jauh lebih bagus dari tempat gw berenang. Ada pulau gangga, pulau manado tua dan selat lembeh di bitung. Tapi buat pemula kayak gw, Bunaken udah the best nya lah. Matahari udah diubun-ubun ga kerasa. Kita nyadar udah siangan karena gelombang udah mulai gede, jadi pada naik semua dan menepi ke pulau Bunaken.

Tenyata di Bunaken ada penduduknya. Ada penduduk Muslim dan Kristen yang satu sama lainnya hidup berdampingan dan damai. Pulau Bunaken sendiri biasa aja menurut gw, hanya pemandangan biru laut, gunung Manado tua dan Pulau Sulawesi serta siluet bangunan di kota Manado menyuguhkan perpaduan pemandangan yang maha indah. Ohya, di Bunaken gw ma temen-temen makan pisang goreng pake sambel..aneh ya..tapi itulah Indonesia, aya-aya wae

Sepulang dari Bunaken, karena hari masih siang, rombongan diberikan dua pilihan. Mau ke danau Tondano atau BUkit kasih. Sebearnya kalau masih pagi, kita bisa melewati danau tondano sekaligus ke bukit kasih. Tapi secara sudah agak sorean kami harus memilih.

Secara dikampung gw udah banyak danau yang cantik-cantik, akhirnya gw ngomporin anak-anak memilih Bukit Kasih. Dan berhasil..!!! modil kemudian melaju ke dataran tinggi Minahasa, menuju bukit kasih. Sepanjang perjalanan kami melihat bany7ak gereja, rumah-rumah khas Minahasa, cewek-cewek manado yang kinclong kayak marmer itali dan berambut kepirang-pirangan, serta Gunung Lokon yang menyapa kami begitu sampai di Tomohon, Manado.

Sebenarnya Bukit Kasih adalah daerah perbukitan yang ditemui sumber air panas, belerang serta uap panas. Di sini juga dipercaya sebagai awal mulka turunnya nenek moyang orang Manado, Tu ur dan Limimut (maaf ya alao salah nyebut). Disini juga dijadikan wisata iman, dengan dibangun lima tempat ibadah untuk 5 aam, Islam, kristen, katolik, Hindu, dan Buddha. Masing-masing tempat ibadah dibatasi ribuan anak tangga. Gileee..gempor juga gw mendaki bukit kasih…

Tapi hawa yang sejuk dan pemandangan yang bagus membayar senua keletihan tersebut. Tapi yang paling utama buat gw adalah si Item keren, Kijang innova nya Om Piet. Gile Man, perjalanan dari kota Manado ke Bukit Kasihitu sekitar dua jam, plus jalan menanjak, tikungan naik turun. Tapi ama Om Piet dan Innovanya, semuanay dibablas abis…dan hasilnya, a great journey on the Land of Minahasa. Emang, Kijang tiada duanya..ops, iklan neh. Tapi ga papa, emang bener kok.

Besoknya, kami kembali ke Denpasar. Berbeda dengan waktu pergi, kembali ke Makasar muka gw ditekuk, coz gw harus naik pesawat yang abal-abal yang dari dulu gw ogah naikin. Tapi cuma itu pesawat yang murah meriah ke Denpasar. Perjalanan sekitar 3 jam, transit 1 jam di HAsanuddin yang ga gua sia-siain dengan belanja cendera mata di bandara. Baki ukiran khas toraja dan peci Bugis. Baki dan Peci langsung gw drop ke Padang, ke ortu.

Bali, I am home….

Categories: vacation | Tags: , , , , | 4 Komentar

Navigasi pos

4 thoughts on “Manado, si Seksi di Utara Mutu Manikam (Part II)

  1. Mizz Bee

    masih ada salah ketik bro
    cek lagi ya
    btw nama ogut yang berpartisipasi di bunaken kok off the record seh
    teganya2
    ps : ceritain kejadian lucu temen qta yg baru blajar brenang dunk, trus pas udah bisa berenang tiba2 jadi hero buat temennya yg kram di tengah laut, dan bagaimana dia naik ke atas lumba2 utk nyelamatin dirinya (Mr. Joe maksudnya?)

  2. diankirawaty

    Mboook… Keren banget sich.. Elo jalan jalan terus nich tampaknya..🙂 keren banget.. Gue belum pernah ke Bunaken nich..

    Iya ayo ikutan toyota blog.. Lumayan ningkatin rating blogmu..

    Trus sekalian bantuin si tuhu..
    Trus siapa tau menang..🙂
    pantang kan melewatkan kesempatan emas..🙂

  3. dina ayoe fitriyani

    Andai kijang inova bs ngomong, dia pasti ga akan bohong…he2x

    Bicara tentang pisang goreng yang pake sambel, emang rada aneh. Di Indonesia emang macem-macem sih kulinernya, tp kadang2 suka maksa kombinasinya ya….

    Tp view alamnya keren abizzz…..

  4. aprilia

    keyen bgt bottyyyyyy………what a nice experience🙂
    ngomong2 soal manado, gw malah suka bgt smaa kuliner nya just like dina said emang unik tapii….gwww suukkaaaa bgt sma pisang d cocol sambel (hwehe) jaman kecil dulu waktu belum tau makanan jenis ini exsist d manado (waktu TK gitu deh gw udah suka makan pisang goyeng cambel cocol)

    thx y bot..u inspire me to go there🙂

    MANADOOOOO AKU DATAAANGGGGGG (hweheheee…)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: