TAMAN FIRDAUS DI PINGGANG GUNUNG TALANG

Danau Diatas

Pernahkah anda bayangkan berada di sejuknya alam pegunungan, memandangi hijaunya hamparan perkebunan Teh berlatar belakang puncak gunung api yang masih mengepulkan asap? Atau berdiri disatu titik dimana anda bisa menikmati keindahan dua buah danau sekaligus dengan airnya yang tenang dan bening serta jauh dari kebisingan perkotaan? Atau bahkan sekedar mengendarai mobil dimana disetiap jengkal yang anda lalui akan disuguhi pemandangan alam yang maha indah? Di Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat, tepatnya di kawasan Alahan Panjang, anda akan menemukan semuanya.

Berada di ketingian 400 sampai 1700 mdpl, Kabupaten Solok adalah Kabupaten yang dikenal juga dengan Negeri Seribu Danau. Meskipun tidak sampai seribu, namun dikabupaten ini terdapat beberapa buah danau besar dan kecil yang masih alami. Sebut saja Danau Singkarak yang sudah terkenal dengan airnya yang beriak dan merupakan danau kedua terluas di Indonesia setelah Danau Toba di Sumatera Utara. Tak Jauh dari Danau Singkarak terdapat sebuah danau kecil yang luasnya tak lebih dari dua Hektar, yaitu Danau Tuo. Kearah selatan terdapat tiga buah danau Vulkanik yang letaknya berdekatan, namun dua diantaranya hampir sama besar dan luasnya, yaitu danau Talang, Danau Diatas dan Danau Dibawah.
Unik memang, meskipun letaknya berdekatan, yakni hanya berjarak kurang lebih 1 km, namun tidak ada hubungan antara kedua danau ini. Air dari Danau diatas tidak mengalir ke Danau Dibawah demikian juga sebaliknya. Dan meskipun luas kedua danau ini relatif sama (Danau diatas memiliki luas 17,2 km persegi, Danau Dibawah seluas 16 Km persegi), namun kedalaman kedua danau ini jauh berbeda.
Danau Diatas termasuk kategori danau yang dangkal, dimana kedalamannya hanya 44 m. Sedangkan Danau dibawah diperkirakan kedalamannya mencapai 884 m. Bahkan penduduk setempat tidak berani menggunakan perahu sampai ketengah danau. . Danau Dibawah memiliki misteri yang unik, karena samapai saat ini belum diketahui kemana air danau yang sejuk ini dialirkan. Hal ini masuk diakal mengingat tidak ada sungai besar yang berhulu di Danau ini. Berbeda dengan Air Danau Diatas yang merupakan hulu sungai Batanghari yang mengalir membelah Pulau Sumatera dan bermuara di Selat Malaka.

Danau Dibawah dari Puncak Panorama

Danau Dibawah dari Puncak Panorama

Sebagian penduduk percaya bahwa air danau Dibawah mengalir melewati sungai dibawah tanah yang muncul di daerah Jambi. Namun belum ada penelitian ilmiah berkaitan dengan kepercayaan tersebut. Itulah sebabnya, Danau Diatas lebih tersentuh aktifitas pariwisata karena lebih mudah dijangkau.
Alamnya yang indah dan tenang membuat daerah yang bersuhu rata-rata 14-16 celcius ini cocok untuk wisata konvensi, outbond, tracking dan olahraga air. Pemerintah Kabupaten Solok juga membuat sebuah resort yang dilengkapi gedung pertemuan, villa dan fasilitas pendukung lainnyadi sekitar Danau Diatas. Kalau didanau Diatas anda bisa menyentuh dinginnya air danau yang berada di ketingian 1.600 mdpl ini, lain halnya dengan Danau Dibawah.
Satu-satunya cara untuk bisa menikmati keindahan alam Danau Dibawah, anda harus menaiki sebuah bukit kecil di sebelah utara Danau Diatas. Diatas bukit kecil ini, anda akan mendapati sebuah pesangrahan sederhana, mungkin agak kurang terawat. Akan tetapi hati anda akan terobati begitu melihat panorama yang disuguhkan di pesangrahan ini. Disebelah utara, terlihat sebuah Danau yang berair tenang, berada di cekungan bukit yang hijau. Disisi barat Menjulang dengan angkuh Puncak Gunung Talang yang ditutupi kabut dan mengepulkan asap.
Sungguh Tuhan begitu maha kuasa dengan segala ciptaannya. Begitu mengalihkan pandangan ke sebelah timur, terlihat Panorama Danau Diatas yang berlatar belakang Pegunungan Bukit Barisan. Berbeda dengan Danau Diatas, Danau Dibawah masih sangat alami. Nyaris belum ada aktiftas pariwisata menyentuh daerah ini. Nuansa mistis nan eksotis begitu terasa ketika menikmati keindahan Danau ini.
Dari puncak bukit kecil ini terlihat kebersahajaan penduduk dengan rumah-rumah dan perkebunan sayur mayur yang sederhana. Sayangnya, tak ada akses mobil yang memungkin pengunjung bisa menyentuh air danau yang sejuk ini. Danau Diatas seolah-olah sengaja di asingkan agar tetap terjaga keasriannya. Dan hal inilah yang membuat pesona Danau Diatas yang mistis dan penuh misteri selalu memikat meski hanya bisa pandangi dari kejauhan.
Disekitar kawasan Danau Kembar ini, anda dapat menikmati luasnya hamparan perkebunan Teh yang menghijau di Lembah-lembah di pinggang Gunung Talang. Hasil Perkebunan teh yang dikelola oleh PTP Nusantara VI ini diekspor ke Eropa, Timur Tengah dan Asia Selatan. Disamping itu, disepanjang jalan terbentang hamparan kebun Markisa dan Terong Pirus (terong Belanda) serta berbagai jenis sayur mayur lainnya. Buah-buahan segar ini bisa anda jadikan buah tangan khas daerah Danau Kembar.
Tak habis sampai disitu, dalam perjalanan Pulang ke kota Padang,anda akan disuguhi pemandangan alam yang tak habis-habisnya. Mulai dari kawasan Danau Kembar anda akan melewati daerah-daerah wisata yang bisa dinikamti meski hanya berkendaaan mobil. Sebut saja Daerah Lembah Gumanti dengan jejeran hutan Pinusnya, Daerah Kayu Aro dan Sukarami (AROKA), ibukota Kabupaten Solok dimana tedapat komplek kantor Bupati Solok yang berada di kaki Bukit Barisan dengan perpaduan arsitektur Minang dan Modern.
Jejeran rumah tradisional Minangkbau dengan gonjong menusuk langit serta ukiran-ukirannya yang berada disela-sela persawahan yang bertingkat-tingkat dan ditingkahi aliran air sungai yang bening. Lebatnya hutan tropis di kawasan Hutan Raya Bung Hatta, sampai indahnya panoraman kota Padang danSamudera Hindia yang bisa anda nikmati di beberapa Scenic Point di daerah Sitinjau Lauik, dalam perjalan pulang kembali ke kota Padang.

The Truelly Paradise
Memang, apabila Menteri Pariwisata Seni dan Budaya Jero Wacik pernah mengatakan bahwa Sumatera Barat itu ibarat sekepign surga yng jatuh ke Dunia, maka kawasan Danau Kembar adalah Taman Firdaus yang kebetulan jatuh di Pinggang Gunung Talang. Jadi, apabila anda ke kota Padang, kunjungilah kawasan yang hanya berjarak tempuh 2 jam dari Bandara Internasional Minangkabau ini. (bot sosani)

Categories: vacation | 9 Komentar

Navigasi pos

9 thoughts on “TAMAN FIRDAUS DI PINGGANG GUNUNG TALANG

  1. menarik sekali dengan apa yang anda tulis bung botsani. saya juga putra minangkabau sangat tertarik mengangkat tulisan seperti ini. tetapi karena keadaan dan waktu yang tak memungkinkan jadi terpaksa saya tunda. kalau boleh saya ingin mengutip (share) dari artikel yang anda tulis di atas untuk blog saya. semoga anda berkenan. terima kasih.

    • botsosani

      Thx sanak myawbalang…
      Silahkan mengutip tulisan saya, asal tetap dicantumkan link aslinya.

      salam

  2. novi

    sangat menarik sekali…
    mengingat kan pada kunjungan saya ke alajan panjang…
    kawasan danau diatas dan danau di bawah…yang memiliki wisata alami….
    mau refreshing,..???
    kesana aja….:)

  3. amar

    mantap untuk artikelnya….aplaos untuk anda……….

  4. DONAL ARIO

    thanks you.,.,

  5. swary aristi

    hmmm.. bagus bagus bagus

  6. Sri hy

    subhanallah.. saya bangga jadi orang ranah minang..

    • botsosani

      Bangga Juga menjadi orang Minang. Kata seorang Guru saya, jati diri orang Minang itu ada 3, 1 Orang Minangkabau dengan segala adat istiadatnya, 2. Orang Islam dengan kewajiban menjalankan syari’ahnya, 3, Orang Indonesia dengan segala patriotisme dan Nasionalismenya.
      Salam

  7. “Banggakanlah kedua orang tua”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: