Komodo Diving Trip, Surga bahari di taman Purba

Image

Siapa sih orang Indonesia yang tidak kenal dengan Pulau Komodo? Berkat pooling the new natural seven wonder, Komodo melejit menjadi salah satu destinasi wajib di Indonesia. Dan khusus untuk peminat olah raga Selam (Diver), Komodo adalah lokasi diving terbaik di Indonesia, tarutama dari sisi keindahan terumbu karang dan visibilitas airnya.

Racun ini yang membuat saya dan teman-teman ‘gank’ diving untuk mengatur perjalanan ‘Live on Board’ di kepulauan Komodo. Perjalanan dirancang selama 5 hari 4 malam di atas kapal dan mengekplorasi beberapa spot diving di kawasan Taman Nasional Komodo.

Meskipun perjalanan dilakukan pada akhir September sampai awal Oktober 2013, namun persiapan sudah dilakukan sejak Januari 2013. Sebenarnya saya hanya duduk manis saja sih, menunggu jadwal, cari tiket dan membayar cicilan untuk trip, adapun EO nya adalah Tante Ami (actually Ami seumuran saya, Cuma karena baik banget dan mau bersusah payah mengurusi kami, akhirnya kami panggil Tante Ami).

Sebenarnya ini adalah perjalanan menyelam (diving trip), jadi ga banyak yang bisa saya ceritakan tentang kehidupan social atau budaya dari masyarakat sekitar komodo, karena kami lebih banyak melihat ikan dan terumbu karang ketimbang manusia. Tapi, ternyata ada banyak hal menarik disekitar perjalanan kali ini yang semakin membuat saya sadar bahwa, cinta pda Indonesia itu tidak cukup hanya dengan slogan-slogan kosong, tapi butuh tindakan nayata.

Baiklah, saya akan coba pilah-pilah artikel tentang trip kali ini kedalam beberapa judul kecil biar pembaca enak membaca dan tidak bosan dengan celoteh saya. Beberapa foto juga saya ambil dari jepretan temen se Genk diving saya, yakni Mas Untung Sihombing (Bro Tung), mas Gita Dimashandy dan mas Indra Wahyudi (Wewe). Selamat membacaJ

(Photo courtesy of Gita Dimarsandi)

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Farewell Trip with Dragon Year in Dragon City, Singkawang

Akhir tahun 2012, ketika kebanyakan masyarakat Jakarta memilih Bali, Bandung, Singapore dan kota-kota hitz lainnya, saya dan beberapa kawan memilih merayakan tahun baru di sebuah kota kecil di Kalimantan Barat, Singkawang. Sebuah pilihan yang agak aneh dan diluar kelaziman, tapi sebagai hipster travelling dan ala-ala trend maker, kami mencoba menggali sisi-sisi unik dari Singkarang.

Kenapa Singkawan?

Kalau biasanya pecinan beradadi pinggiran sungai atau pelabuhan dan pusat-pusat perdagangan, Singkawang malah menghadirkan pesona yang lain. Kota yang didominasi etnis tiong hoa ini berada di pedalaman Kalimantan, meskipun tidak terlalu jauh dari laut, namun Singkawang sendiri berada di tengah-tengah perbukitan Kalimantan Barat. Dan rata-rata mata pencaharian penduduk adalah dengan bertani/agraris. Sangat-sangat berbeda dengan kebanyakan penduduk keturunan Tiong Hoa laionnya di Indonesia atau di perantauan lain.

Secara wilayah adat, Singkawang berada di bawah wilayah kesultanan Melayu Sambas. Hal ini dibuktikan dengan berdirinya masjid megah ditengah kota Singkawang yang merupakan symbol kebudayaan Melayu Islam. Tepat didepan masjid, berdiri sebuah klenteng yang menjadi symbol kebudayaan Sino – Konfusius. Sebuah perpaduan dan lambang kerukunan yang unik di Singkawang.

 

Singkawang memang memendam sejuta pesona potensi pariwisata yang lengkap. Mulai dari pesona pantai-pantai di ceruk-ceruk bukit, kota yang penuh dengan sentuhan budaya konfusius dan melayu, penduduk yang ramah, makanan yang unik, dan hutan alam di perbukitan Singkawang yang masih hijau. Namun memang, sangat-sangat minim sentuhan. Kalaupun ada sentuhan, belum tertata apik dan professional, masih terkesan asal jadi.

Namun begitu, Singkawang adalah salah satu permata pariwisata yang wajib di poles dan dijaga oleh kita bersama selaku anak bangsa Indonesia.Image

Categories: Uncategorized | Tags: , | Tinggalkan komentar

VietnamTrip 1; Sekilas Catatatan Perjalanan di Negeri Paman Ho

photo courtesy of www.hanoinonprofithostel.com

Salah satu sudut kota Hanoi, photo courtesy of http://www.hanoinonprofithostel.com

Pada awalnya, tak banyak yang saya ketahui tentang Vietnam, kecuali film-film Hollywood tentang perang Vietnam dan keganasan Vietcong menghabisi tentara Amerika yang dengan heroic nya muncul sebagai penyelamat rakyat sipil Vietnam.

Dan tepat pada bulan November 2010, saya berkesempatan mengunjungi Vietnam untuk pertama kalinya. Kebetulan kantor menugaskan saya untuk mejadi Liason Officer delegasi kantor untuk sebuah rapat koordinasi Asosiasi Utilitas Listrik se Asia Tenggara dimana kantor saya menjadi salah satu anggota aktif dalam Asosiasi tersebut.

Kota pertama yang saya singgahi adalah Hanoi. Pada saat itulah saya baru tahu ternyata Hanoi itu adalah ibukota Vietnam. Dan juga baru tahu kalau Ho Chi Minh itu adalah nama seorang tokoh perang Vietnam yang membebaskan Saigon dari pedudukan Sekutu Amerika, dan nama itu menjadi nama baru untuk Saigon.

Hanoi, adalah kota yang indah dengan beberapa danau di tengah kota lengkap dengan taman-taman kotanya. Gedung-gedung tua peninggalan pemerintah Kolonial Perancis terjaga dengan apik, berbaur dengan bangunan-bangunan tua khas IndoChina disekitar istana kota tua Hanoi. Tak lupa beberapa pagoda cantik dengan ornamen-ornamen khas yang kental nuansa China Oriental dapat ditemui di beberapa sudut kota.

Dari Hanoi, saya meneruskan perjalanan 3 jam kea rah utara, menuju kesebuah situs warisan dunia, yaitu Teluk Ha Long atau lebih dikenal dengan Halong Bay. Sebuah teluk yang terdiri dari ratusan pulau-pulau batu karas yang tinggi menjulang, mencuat begitu saja dari tengah lautan.

Kunjungan saya yang kedua adalah pada Juni 2011.  Kali ini saya mengitari Danang dan Hoi An.  Danang dan Hoi An berada di tengah-tengah antara Hanoi dan Ho Chi Minh City (HCMC). Disinilah titik awal bertemunya kebudayaan Sino (Cina Oriental) dengan kebudayaan Indo (Hindu-Buddha), sehingga bangsa Vietnam sering juga disebut sebagai bangsa Indochina, yang juga berlaku untuk Negara-negara disekitarnya, seperti Kamboja, Thailand, Laos dan Myanmar.

Hoi An sendiri adalah pernah menjadi  imperium Kekaisaran Viet yang dibangun diatas reruntuhan kemegahan bangsa Champa (Champ). Saat ini, kota Hoi An termasuk salah satu kota sejarah warisan dunia yang di lindungi Unesco. Tak jauh dari hoi An juga dapat ditemui sisa-sisa candi dan bangunan kerajaan Champa pra Islam. Lain halnya dengan kota Da Nang. Kota Da Nang adalah kota modern yang dijejali puluhan resort berbintang dan taman-taman kota yang apik. Dan atraksi utamanya adalah, Pantai DaNang yang diklaim sebagai pantai pasir putih terpanjang di Asia.

Jadi, apa yang kamu ketahui tentang Vietnam? Let’s find itJ

Categories: vacation | Tags: , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.