Sawahlunto tasabuik si Kota Baro
Dilingkuang bukik bamego-mego
Kotanya takah kuali sago
Malangkuang bak liuak nago
(Sawahlunto dikenal sebagai Kota Batubara
Dikelilingi bukit-bukit yang bermega-mega
Kotanya seperti kuali saga
Melengkung bak liukan naga
Beberapa tahun yang lalu, kota Sawahlunto nyaris punah ditelan zaman. Habisnya deposit batubara tambang luar di kota ini seakan hendakmencabut nyawa kota yang pernah menjadi pusat perekonomian dan kota terpenting di Hindia Belanda pada era30-an ini.
Setelah PT Bukit Asam menghentikan eksplorasi di Sawahlunto, terjadi eksodus besar-besaran penduduk keluar dari Sawahlunto. Kota penuh jejak sejarah ini ditingalkan dan nyaris menjadi kota Hantu. Hampir tidak ada yang menjadi andalan kota ini. Lokasinya yang jauh terpencil di tengah pegunungan Dataran Tinggi Minangkabau, tepat ditengah-tengah pulau Sumatera dengan topografi yang terjal tentu tidak mungkin dijadikan sentra industri ataupun pertanian.
Namun ini adalah cerita lima atau tujuh tahun yang lalu. Saat ini, Sawah lunto melejit menjadi salah satu tujuan wisata utama di Sumatra, bahkan di seantero Nusantara. Apa yang menarik di Sawahlunto???
Sejarah dan masa lalu…itulah yang menjadi bahan mentah Sawahlunto yang kemudian di atraksi wisata utama.Kalau di beberaa kota lama di Indonesia, bangunan tua dan situs sejarah hanya menjadi monument atau reruntuhan, di Sawahlunto semuanya seperti tetap hidup. Sawahlunto ibarat sebuah museum hidup yang tetap berdenyut. Posisinya yang berada di tenah hutan seakan melindungi jejak sejarah Batu Bara dan Orang Rantai dari korosi industrialisasi dankomersialisasi.

Memasuki kota Sawahlunto, anda serasa menembus ruang waktu, kembali ke era 30-an yang merupakan era keemasan Minangkabau dan Sumatera Barat, yang juga merupakan era keemasan Hindia Belanda.
Sejak penemuan bongkahan Batubara di Sungai Omblin pada tahun 1880-an oleh seorang geolog Belanda, Pemerintah Hindia Belanda kemudian membangun sebuah kampung persawahan kecil di tengah lembah yang dibelah oleh Sungai Batang Lunto, yang kemudian menjadi kota Sawahlunto. Kampung itu kemudian dibangun sedemikian rupa dengan berbagai fasilita suntuk penambangan. Baik fasilitas untuk buruh tambang, maupun untuk pejabat-pejabat Hindia Belanda berupa gedung societat, hotel, gereja, sekolah, pembangkit listrik, rumah sakit. Bisa dikatakan Sawahlunto adalah kota tercantik di seantero Sumatra pada waktu itu. Saat ini pemerintah Sawahlunto tetap menjaga semua warisan kisah sejarah di kota tersebut.

Vintage Style in Sawahlunto
Banyak potensi yang masih belum tergarap di Sawahlunto. Posisinya yang berada di tengah-tengah Sumatra berpotensi menjadi pusat wisata dari Pekanbaru, Jambi dan Palembang dan bisa saja menggeser Bukittinggi yang kian hari kian padat dengan ruko-ruko dan mall-mall dimana-mana. Saat ini hanya satu hotel yang beroperasi di Sawahlunto. Bisnis café ala Eropa pun juga potensial karena sesuai dengan nuansa kotanya yang sangat “Belanda”.
Saat ini, Sawahlunto tengah berusaha mendapat prediket sebagai Heritage City dari Unesco. Dengan prediket tersebut, maka lengkaplah Sawahlunto menjadi satu lagi mutiara pariwisata Sumatera Barat dan Indonesia.
Anda belum mengunjungi Sawahlunto, lewatkanlah beberapa malam disana dan rasakan eksotisme Indonesia Era 30-an sembari memupuk rasa nasionalisme dan kecintaan pada keindahan negeri sendiri, Indonesia.

Awak panah mancubo di sawahlunto 2 hari dabot..
mantap bana koa..
Mambaco postingan da bot..
pengen baliak kasinan lo wak jadinyo..
Teruslah menulis da bot..
Bot Sosanni Piliang..(menteri pariwisata minangkabau)
hehehehehe..
Nanang Rang tiku
http://nanangsarfinal.blogspot.com/
Oleh: Nanang rang tiku on April 8, 2009
at 2:45 am
Tarimokasih Uda yang alah maangkek carito Sawah Lunto, Awak urang Sawah Lunto yang lahir, basakola dan gadang di Sawah Lunto, dan kini tingga di Batam, maraso sanang mambaco carito Uda yang alah maangkek carito ranah Sawah Lunto.
Salam untuk Kawan-kawan yang tamek SMA tahun 88 dari Kito Hanafi.
Carito Uda rancak bana sasuai rancaknyo Kota Sawah Lunto.
Wassalam
translate in Indo:
Terima kasih Uda yang sudah mengangkat cerita tentang Sawahlunto, saya asli Sawahlunto yang lahir, sekolah dan besar di Sawahlunto, dan kini tinggal di Batam, merasa senang membaca cerita Uda yang sudah mengangkat cerita dari ranah Sawahlunto
Salam dari kawan-kawan yang tamat SMA th 88 dari kita, HAnafi
Cerita Uda sangat bagus dan sesuai dengan cantiknya kota Sawahlunto
Wassalam
Oleh: Hanafi on April 15, 2009
at 2:01 am
Wah bagus ya infonya.
Pengen ke sawahlunto tapi belum ada waktu*
*(waktu adalah uang)
Oleh: annelies on April 28, 2009
at 3:48 pm
trimo kasi da dek crito nan uda ala tulis.ambo urang sawahlunto lo.lamo tingga di kubang sirakuk ateh.dulu karajo di BPR pondok kapur di pasar remaja.tapi kini wak ado di surabaya.taragak lo wak jo kota kuali liek
Oleh: Angga n on Mei 4, 2009
at 6:24 am
tempat nya menarik
Oleh: lathifulamri on Mei 5, 2009
at 2:59 am
wah baru tahu sawah lunto ternyata menarik sekali untuk di kunjungi. Salam kenal saya sendiri orang padang cuma belum explorer semuanya. Sekarang bisa ga ya? pinginnya sih bawa anak istri cuma waktunya kalau mau cukup 15 hari kali ya mengingat dari satu jarak ke yang lainnya jauh jauhan..
Dear pak Yufi:
15 Hari lebih dari cukup kok Pak…Jarak antar kota di Sumbar itu ga ada yg lebih dari 2 jam (ga dihitung macet ya..). Saya baru ekplore dan tau daerah-daerah eksotis di Sumatera Barat setelah tinggal di Bali dan Jakarta, padahal 18 tahun saya lahir dan besar disana. Masih banyak yang ingin saya jelajahi, Solok Selatan – Pessel, Pasaman, dan tentunya Mentawai dan Eksotik…
Salam
Oleh: Yufi Nurcan on Mei 20, 2009
at 4:45 am
tgl 12-13 juni aku plan traveling ke sawahlunto…nginep dimana yah..? thanks for the info
Oleh: irfan on Mei 29, 2009
at 4:44 pm
mosr recommended..hotel Ombilin sawahlunto…no telp saya lupa, tapi bisa tanya mbah Google. Hotelnya antik dan pelayanannya helpful dan informatif. Welcome to Sawahlunto ya..
Oleh: botsosani on Mei 29, 2009
at 4:48 pm